Polres Tanggamus Bekuk Pemeras Kakon Banjar Sari

0
417
Foto ilustrasi

Tanggamus (PBO)- Sebanyak empat orang diamankan polisi dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga melakukan pemerasan terhadap Kepala Pekon Banjar Sari, Kecamatan Talang Padang Tubagus Yani.

Wakapolres Kompol M Budhi Setyadi, sebagai Ketua Tim Saber Pungutan Liar, masalah ini masih dalam proses penyelidikan, sambil memeriksa keempatnya dan Kakon Banjar Sari. “Ya kami amankan empat orang, masalah ini masih dalam tahap penyelidikan,” katanya, di kutip dari harian lampung .com  Senin (12/12).

Ia menjelaskan, awalnya polisi mendapatkan informasi akan adanya tindak pidana pemerasan terhadap kakon. Lalu tim Saber pungli langsung menuju lokasi dan dijumpai tindakan tersebut. “Setelah itu benar terjadi, lalu kami amankan mereka. Saat itu uang sudah berpindah tangan dari kakon kepada keempat orang itu,” terang Budhi.

Ia mengaku, keempatnya yang diamankan yakni NE (28) warga Desa Sukajaya Kec. Kedondong Kab. Pesawaran dan juga angota LSM Garuda  , PA (22) Desa Tanjung Kerta Kec. Kedondong Pesawaran. NA (50) dan DA (31) warga Pekon Banjar Sari Kec Talang Padang. Sementara polisi mengamankan juga barang bukti Rp 20 juta dari pemberian Kakon Banjar Sari Tubagus Yani.

Uang itu baru saja diambil dari Kakon Banjar Sari Tubagus Yani, lantas dibawa di rumah DA. Uang dibungkus dengan kertas koran, rencanya uang tersebut akan dibagi ke NE, PA, dan NA. Saat itulah polisi datang, dan mengamankan keempatnya.

Kabag Operasi Polres Tanggamus Kompol Aditya Kurniawan, uang tersebut sejenis uang damai. Sebab keempatnya mengancam akan melaporkan masalah yang diduga mereka bermasalah ke aparat hukum. “Kegiatan yang dipermasalahkan adalah pelaksanaan PNPM 2015 yang menurut mereka bermasalah,” ujarnya.

Kemudian agar masalah ini tidak dilaporkan mereka minta uang Rp 50 juta, namun Kakon  Banjar Sari hanya memiliki Rp 20 juta yang lantas diberikan mereka. “Masalah ini masih dikembangkan, bagaimana modusnya, siapa saja orang yang terlibat, dan uang untuk siapa siapa saja,” terang Aditya.

Ia mengaku, sampai saat ini baru Kakon Banjar Sari, Talang Padang yang melaporkan kasua ini. Pihak Polres Tanggamus masih menunggu apabila ada kakon lainnya yang pernah jadi korban keempatnya dalam kasus pemerasan. “Dugaan kami ada korban lainnya, sebab jika mereka berani datangi daerah yang jauh pasti sebelumnya pernah melakukan hal serupa,” tambah Aditya.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Tanggamus Sahri, membenarkan adanya kakon yang diperas, namun mengaku belum mengetahui jelas masalahnya. “Benar, sekarang masih diproses di Polres Tanggamus,” katanya.(Tim /Red)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY