Polisi Beber Pelaku Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman 10 Tahun Penjara

JAKARTA (Pena Berlian Online) – Aparat polisi membeberkan pelaku penikaman Syekh Ali Jaber terancam hukuman 10 tahun penjara.

Markas Besar Kepolisian RI ( Mabes Polri ) memastikan tersangka penikaman Syekh Ali Jaber telah ditahan oleh Kepolisian.

Saat ini, tersangka akan menjalani penahanan selama 20 hari ke depan.

“Tersangka AA sudah dilakukan penahanan sejak hari ini sampai dengan 20 hari ke depan,” kata Karo Penmas Humas Polri Brigjen Awi Setyono di Mabes PolriJakarta, Senin (14/9/2020).

Dia mengatakan pelaku juga disangkakan telah melanggar pasal berlapis. Dalam kasus ini, tersangka terancam hukuman maksimal selama 10 tahun.

“Yang bersangkutan dipersangkakan terkait penganiayaan berat dan membawa senjata tajam tanpa hak sesuatu pasal 351 ayat 2 dengan ancaman pidana penjara 5 tahun dan psal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 ancaman penjara 10 tahun,” jelasnya.

Awi juga menambahkan pihaknya juga telah mengirimkan tim dokter untuk membantu untuk menangani kasus tersebut.

Hal itu merupakan bentuk keseriusan polri untuk menangani kasus yang menimpa salah satu pemuka agama.

“Salah satu keseriusan Mabaes Polri dalam penanganan kasus ini telah mengirimkan tim dokter, skiater dari Pusdokes Mabes Polri untuk membekap Polda Lampungdan Polresta Bandar Lampung,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Lampung menduga pelaku penusukan Syekh Ali Jaber berinisial AA diduga mengalami gangguan jiwa. Hal tersebut diketahui usai pelaku dilakukan pemeriksaan intensif sejak Minggu (13/9/2020) malam.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan dugaan kelainan jiwa itu ditunjukkan saat pelaku terus tidak fokus saat diperiksa penyidik Satreskrim Polresta Bandar Lampung.

“Di dalam memberikan keterangan ini kan, tersangka ini kan tidak fokus ya. Artinya diduga kelainan jiwa itu tidak bisa kita yang menyampaikan tapi pemeriksaan saksi ahli,” kata Pandra saat dihubungi, Senin (14/9/2020).

Pandra mengatakan penyidik menggandeng dokter ahli kejiwaan yang berasal Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Hingga saat ini, pemeriksaan kejiwaan terus berlangsung.

Masih tengah berlangsung.  Jadi saat ini dan tadi malam pasca kejadian, tadi malam Satreskrim penyidik Polresta Bandar Lampung langsung berkoordinasi dengan dokter Tendri.

“Tendri ini adalah dokter yang berasal dari rumah sakit jiwa kurungan nyawa di Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menggandeng dokter berasal dari Pusat Dokter Kesehatan (Pusdokkes) Polri. Hal itu demi memperkuat dugaan adanya kelainan jiwa dari pelaku.

Dari pusat dokter kesehatan polri dokter hening Madona itu juga kita hadirkan dalam rangka untuk memperkuat atau dugaan atau observasi yang dilakukan terhadap tersangka AA ini.

“Apakah dalam keadaan sehat atau dalam keadaan gangguan jiwa. Itu harus kita yakinkan dulu,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan dugaan adanya kelainan jiwa yang dialami pelaku diperkuat dengan riwayat medis dari tersangka.

“Orang tuanya sempat mengobati anak ini ke rumah sakit. Iya ada rekam medis, tetapi kita kan tidak boleh mengatakan begitu ya. Ada observasi yang membutuhkan waktu 14 hari tetapi bukti bukti yang ada juga dikumpulkan,” tukasnya.

Diyakini Bukan Orang Gila

Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber diyakini bukan orang gila, pasalnya foto-fotonya di media sosial terbongkar.

Jejak digital penusuk Syek Ali Jaber di medsos terungkap.  Foto-foto selfienya pun disorot warganet.

Ada sejumlah hal yang menjadi keyakinan warga dan netizen bahwa pelaku penusukan Syekh Ali Jaberbukan orang gila.

Sejumlah hal ini diyakini tidak menunjukan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber bukan orang gila.

Informasi yang beredar menyebut pelaku penusukan Syekh Ali Jaber mengalami gangguan jiwa sejak 4 tahun lalu.

Hanya saja dilihat dari sejumlah faktor, kelakuan juga kegiatan pelaku penusukan Syekh Ali Jabermenunjukkan tidak seperti orang gila.

Kapolda Lampung, Irjen Purwadi Arianto mengatakan pria yang menikam Syekh Ali Jaber akan menjalani tes guna mengetahui kondisi kejiwaan dari yang bersangkutan.

Purwadi juga menegaskan, jajarannya juga tengah mendalami motif dari aksi pelaku ini.

“Kita terus melakukan pemeriksaan pendalaman, termasuk dari dokter yang kepentingan.”

“Nanti psikiatri baik dari rumah sakit jiwa yang ada di Lampung atau dokter kepolisian,” katanya dikutip dari Program Kompas Pagi, Senin (14/9/2020)

Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber adalah Alfian Andrian.

Alfian Andrian diketahu memiliki akun media sosial, mulai dari Facebook hingga Instagram.

1.Bisa Berkomunikasi Secara Baik

Jurnalis KompasTV, Roma Afria melaporkan, kemarin Minggu (13/9/2020) dari hasil tes urine pelaku penikaman Syekh Ali Jaber dinyatakan negatif dari pengaruh narkoba.

Roma juga menginformasikan, saat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, pelaku dapat berkomunikasi dengan baik.

Namun demikian, untuk memastikan kondisi kejiwaan, pelaku akan menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jiwa Lampung sore ini.

“Untuk tes kejiwaan prosesnya sangat panjang, tentunya memakan waktu 12 hingga 14 hari untuk menentukan hasil,” ucap Roma melaporkan.

2. Kekuatan

Menurut Syekh Ali Jaber, ada beberapa kejanggalan ketika ia melihat sosok pelaku.

Yakni soal bentuk fisik dari pelaku yang seolah janggal jika dibandingkan dengan kekuatan yang ia miliki.

“(pelaku) bukan orang yang, maaf, gila sembarangan. Pertama dari segi kekuatan, badannya kurus, kecil. Tidak mungkin jika melihat tubuhnya bisa ada kekuatan sampai separuh pisau menusuk,” kata Syekh Ali Jaber.

3. Pilih Target

dr Andi Khomeini Takdir lewat akun Twitternya menulis kecil kemungkinan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber merupakan orang gila.

Pasalnya menurut dr Andi Khomeini Takdir, pelaku memilih Syekh Ali Jaber di tengah banyaknya orang.

“Syekh Ali Jaber ditusuk.

Kecil kemungkinan pelakunya orang gila. Itu upaya perlukaan yang memang menargetkan Syekh Ali Jaber.

Wong orang begitu banyak. Semoga lekas sembuh, Syekh.

Semoga santri & murid2 Kyai & Ustad manapun lebih ketat lagi menjaga para penyampai ilmu.” tulis dr Andi Khomeini Takdir dikutip TribunnewsBogor.com dari akun Twitter @dr_koko28 yang sudah terverifikasi.

4. Punya Sosial Media

Fahri Hamzah turut menanggapi soal dugaan pelaku penusukan Syekh Ali Jaber merupakan orang gila.

Menurut Fahri Hamzah identitas pelaku penusukan Syekh Ali Jaber sudah terang benderang.

Ditambah lagi pelaku penusukan Syekh Ali Jaber memiliki sejumlah akun media sosial.

Fahri Hamzah meminta agar polisi mengusut tuntas pelaku penusukan Syekh Ali Jaber.

“Kalau ybs senang ber-socmed maka tidak ada istilah tidak dikenal.

Riwayat ybs terlalu terang. Tidak bisa sembunyikan.

Ini kesempatan yg baik bagi pihak kemanan kita untuk membuka secara terang.

Ayo @DivHumas_Polri kamu bisa! Bismillah!” tulis Fahri Hamzah.

5. Hobi Selfie

Dilihat dari akun Instagram dan Facebooknya, pelaku penusukan Syekh Ali Jaber ini memang banyak memposting foto diri.

Mulai dari foto depan laptop sampai sedang makan bakso.

tribunnews

foto pelaku penusukan Syekh Ali Jaber (())

Hidayat Nur Wahid meyakini dengan sikap tersebut tak mungkin pelaku penusukan Syekh Ali Jaber orang gila.

“Syekh Ali Ditusuk, HNW: Jangan Kaburkan Pelakunya sebagai “Orang Gila”.

Netizen saja bisa mengunggah foto2 si penusuk lagi selfi ria dan makan bakso pula.

Polisi agar Usut tuntas,berikan sanksi keras,

agar negara hukum tegak dan Umat tidak selalu cemas.” tulis Hidayat Nur Wahid dikuti TribunnewsBogor.com dari akun Twitternya.

Syekh Ali Jaber menceritakan saat itu ia tengah mengikuti kegiatan safari dakwah.

Di awal acara, Syekh Ali Jaber sempat mengingatkan jamaah untuk menjalankan protokol kesehatan.

“Ini di masjid kegiatan biasa, kita safari dakwah, saya mengawali untuk jamaah protokol kesehatan, jaga rajak, ” kata Syekh Ali Jaber.

Ia lantas memanggil seorang anak usia 9 tahun.

Syekh Ali Jaber lalu mengetes bacaan anak tersebut.

“Saya memanggil seorang anak 9 tahun untuk tes bacaannya karena dia ikut wisuda, sampai saat bantu dia membeperbaiki bacaannya,” kata Syekh Ali Jaber.

Setelah selesai, Syekh Ali Jaber memanggil ibu dari anak tersebut.

Maksudnya agar ibu tersebut bisa foto bersama dengan Syekh Ali Jaber sebagai kenang-kenangan.

“Dan begitu selesai saya minta ibunya si anak untuk foto bersma untuk kenang-kenangan,” kata Syekh Ali Jaber.

Namun ternyata handphone ibu anak ini memorynya full.

Sampai kemudian Syekh Ali Jaber meminta agar jamaah lain memfotokan mereka.

“Ternyata ibu ini hpnya full gak bisa foto, makanya saya mengarah ke kiri jamaah boleh pinjam hpnya kasihan anak ini biar bisa dapat foto sekalian, tibaptiba ada orang lari di atas panggung, ” kata Syekh Ali Jaber.

Ketika sedang menunggu respon dari jamaah, Syekh Ali Jaber terkejut tiba-tiba seorang pria ada di dekatnya.

“Posisi panggung dekat dengan jalan, makanya orang pelaku cukup gampang untuk masuk karena tidak terhalang, ketika mengharah ke kanan saya kaget melihat sudah di hadapan saya, kalau saya tidak melihat ke kanan mungkin bisa ke leher atau dada saya, saya angkat tangan makanya tusuk ke tangan begitu saya lawan patah pisaunya, jamaah amankan dan tangkap dia,” kata Syekh Ali Jaber.

Syekh Ali Jaber hingga kini belum mengetahui sosok pelaku penusukan.

Hanya saja ketika melihat pelaku ini dipukuli jamaah, Syekh Ali Jaber mengaku kasihan.

Syekh Ali Jaber kemudian menyelamatkan pelaku dari amukan massa.

“Jujur saja kasihan pas lihat jamaah menghajar dia dan memukul dia. Saya bilang jangan jangan, amankan saja dulu ini tugas polisi ,” kata Syekh Ali Jaber.

Hingga kini Syekh Ali Jaber belum mengetahui siapa pelaku dan apa motifnya melakukan penusukan.

“Sampai detik ini belum , karena baru saja diamankan di ruang masjid sambil menunggu polisi, lalu dibawa ke kantor polisi,” kata Syekh Ali Jaber.

Dilansir Dari Teribunkaltim.co

Please follow and like us:
error20
fb-share-icon0
Tweet 20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *