Pertama Kali Sepanjang Sejarah, Mustafa Bupati Pertama Bangun Balai Adat se-Lampung Tengah

0
596

LAMPUNG TENGAH  (Duta Lampung Online) – Sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat serta sejumlah elemen masyarat Kabupaten Lampungtengah, mengatakan sepanjang sejarah, baru Bupati Mustafa yang memproiritaskan program serta menganggarkan pembangunan balai adat yang ada di kabupaten setempat secara merata.

“Kali Pertama Sejarah di Lampung Tengah, Mustafa Bupati Pertama yang memprioritaskan pembangunan Balai Adat diseluruh kabupaten setempat, yang berjumlah sekitar 34 balai adat,”ujar Sukri atau bergelar, Minak Sempurna Adat yang juga tokoh masyarakat Kecamatan Pubian, saat dikonfirmasi secara terpisah pada Kamis (25/1/2018).

Menurut Sukri, sepanjang sejarah tidak kurang dari 100

tahun yang silam baru Bupati Mustafa yang membangun Balai-balai adat yang ada di Kabupaten Lampuntengah.

“Mungkin selama 100 tahun silam hingga saat ini, baru Bupati Mustafa yang memiliki program membangun balai adat di Lampungtenmgah secara merata,”ujar Sukri dengan penuh rasa bangga.

Terpisah guna untuk merealisasikan program tersebut, Bupati Mustafa turun langsung untuk memantau jalannya pembangunan sampai dengan meresmikan balai adat tersebut, agar betul-betul berjalan lancar dan maksimal.

Seperti beberapa waktu lalu, Mustafa melakukan kunjungan kerja (kunker), kesejumlah kecamatan seperti, Kecamatan Selagailingga dan Kecamatan Pubian, Kalirejo serta kecamatan lainnya, dalam rangka peresmian Balai Adat.[socialpoll id=”2480944″]

Selain meresmikan balai adat, Mustafa juga menyempatkan diri untuk meresmikan sejumlah Pasar, dan mennyerahkan  SK Guru Honor. Pada momen tersebut Mustafa juga melakukan bakti sosial dengan menggadakan Sunatan Masal dalam acara  Stand Karang Taruna yang diadakan di Lapangan merdeka, Kantor Kecamatan Pubian.

Nampak hadir dalam acara tersebut, para SKPD,TNI Polri, Camat Mat Jais dan Camat M.Isa Ansori ,kepala Kampung, para  tokoh dan  Masyarakat,acara yang berlangsung di lapangan kedua kecamatan, Kamis (25/1).

Bupati Mustafa dalam sambutannya mengatakan, dengan diresmikannya Balai Adat ini diharapkan dapat berfungsi untuk Kampung dan Masyarakat sebagai mana mestinya.

“Selain sebagai Balai adat, bangunan  ini juga  dapat dipergunakan untuk sarana seni dan budaya serta Olahraga. Artinya bisa seperti Gedung Serba Guna (GSG)”, tutur Bupati Mustafa yang juga ikut Pemilihan Gubernur Lampung (Pilgub) 2018.

Mustafa juga berharap kepada semua Kampung di Lampung Tengah mampu berpartisipasi dalam perkembangan Kampung dan pemberdayaan masyarakat, untuk menjadikan kampung yang aman ,bersih serta kampung yang terang.

Dengan Motto Kampung Ekonomi Creatif (KeCe) Mustafa terus mengalakan program-program terbaik untuk kemajuan serta kenyamanan masyarakat di Lampung Tengah, salah satu dari program yang terus dijalanin adalah ronda kampung.

Tidak tanggung-tanggung, Bupati Mustafa melakukan ‘lomba’ (red) bagi kampung yang terus menjalankan program tersebut akan mendapatkan hadiah uang 1 miliyar.

“Karena itu dengan Motto Kampung Ekonomi Creatif (KeCe) dalam menciptakan kenyaman bagi masyarakat kegiatan Ronda terus digalakan dan bagi kampung yang berhasil akan mendapatkan hadiah uang 1Milyar tandasnya”, ujarnya.

Sebelumnya Sebanyak 34 balai adat di Kabupaten Lampung Tengah telah selesai diperbaiki, Bupati Lampung Tengah DR Ir Mustafa meminta masyarakat untuk memanfaatkan balai adat sebagai wadah atau laboratorium pelestarian seni budaya khususnya adat Lampung.

Semakin terkikisnya adat istiadat Lampung di kalangan pemuda, Bupati Mustafa terus berupaya mengembalikan ruh kebudayaan Lampung agar dapat menyentuh seluruh masyarakat, khususnya generasi muda.

Dengan menggelontorkan anggaran Rp 11,5 miliar, Mustafa merehab rumah adat dari 9 kebuayan di 13 kecamatan di Lampung Tengah. Hal ini sebagai salah satu upayanya menjaga eksistensi kebudayaan Lampung.

Rabu, 3/1/2018 lalu, dua balai adat masing-masing di Bandar Surabaya dan Seputih Surabaya diresmikan oleh Mustafa. Usai diresmikan, Mustafa berpesan agar warga bisa memanfaatkan balai adat untuk pelestarian daerah.

“Pelestarian budaya harus kita lakukan, dan Pemkab telah menyiapkan fasilitasnya. Tinggal masyarakat memanfaatnya dengan sebaik mungkin. Saya harap balai adat bisa menjadi laboratorium kreativitas budaya dan adat istiadat Lampung,” ungkapnya.

Dia berharap, keberadaan balai adat tidak hanya digunakan untuk pengembangan kesenian, namun juga pelaksanaan kegiatan lainnya yang menunjang pelestarian budaya dan kebersamaan masyarakat.

“Saya percaya, lewat kebudayaan bisa membangun karakter manusia yang lebih beradab. Karenanya upaya pelestarian terus saya lakukan. Saya memberikan ruang dan tempat untuk suku apapun yang ingin melestarikan kebudayaannya disini,” tandasnya.

Lebih jauh Mustafa menerangkan, anggaran Rp11,5 milliar, masing-masing balai adat menerima kucuran dana Rp 150 juta hingga Rp 1 miliar untuk rehab. Bantuan tersebut disalurkan untuk 13 kecamatan yakni Padangratu, Gunungsugih, Terbanggibesar, Rumbia, Seputih Banyak, Seputih Surabaya, Way Pengubuan, Bandar Mataram, Pubian, Anak Tuha, Bumi Nabung, Bandar Surabaya dan Selagai Lingga.

“Ada 9 kebuayan atau kerajaan di Lampung Tengah yang masing-masing mempunyai punya balai adat untuk pengembangan kesenian. Tahun ini Pemkab telah anggarkan Rp 11,5 miliar untuk rehab 34 balai adat. Saya minta anggaran ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Kita percantik balai adat kita, sehingga pelestarian budaya berjalan maksimal,” ungkapnya.

Dia memaparkan 9 kebuayan tersebut yakni Nunyai,  Unyie,  Subing, Nuban, Beliuk, Selagai, Anak Tuha,  Nyerupo dan Pubian. Dengan ini Mustafa tidak hanya focus kegiatan pelestarian budaya, tetapi juga focus pada sarana dan prasarana yang menunjang kebudayaan tersebut.

“Pelestarian budaya tidak hanya berbicara even atau kegiatan, tetapi juga pengembangan sarana dan prasarana. Balai-balai adat kita perbaiki, selain itu menyalurkan bantuan alat musik tradisional untuk sanggar-sanggar kesenian. Tahun ini Pemkab juga membangun simbol-simbol kebudayaan yang ada di Lampung Tengah, mulai dari tugu 9 gajah, tugu canang, pepadun, gajah beratai dan lainnya” papar Mustafa.

Sementara itu, Camat Seputih Surabaya Dedi Fadilah berharap pembangunan balai adat dapat menstimulan warga agar lebih mencintai kesenian dan kebudayaan yang ada di Lampung Tengah.

“Keberadaan balai adat dan sekarang lebih diperncantik, mudah-mudahan semakin menunjang pelestarian adat istiadat di Lampung Tengah khususnya di Kecamatan Seputih Surabaya. Kami berharap warga khususnya para pemuda semakin tergerak untuk melestarikan budaya yang kita miliki,” pungkasnya. (ADV).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY