Perjanjian Nyerupa Dengan Kompeni Inggris “Nyerupa dalam catatan belunguh”

0
659

PADA tahun 1740 terjadi peperangan antara kepaksian nyerupa dengan kompeni inggris didaerah pugung tampak (termasuk daerah sukung) dan setelah itu selama 59 tahun beberapa kali sukau kepaksian nyerupa mengadakan penyerangan-penyerangan untuk mengacaukan kedudukan kompeni inggris yang terpusat di krui, sehingga kepaksian nyerupa dianggap oleh kompeni inggris lebih berbahaya dari yang lain-lain.

maka pada tahun 1799 diadakanlah perjanjian persahabatan antara saibatin kepaksian nyerupa yang saat itu dipimpin oleh Gajah Gelar Batin Pikulun atau Pangeran Pengulu Raja (gelar pemberian kompeni inggris) dengan pihak kompeni inggris.

dengan isi perjanjian sbb :
1. apabila musuh datang dari darat (kesultanan palembang atau dari kesultanan banten melalui jalur kota agung) maka akan dihadapi oleh pasukan Pangeran Pengulu Raja Kepaksian Nyerupa.
2. apabila musuh datang dari arah laut maka akan dihadapi oleh kompeni inggris.

begitulah lihainya kompeni inggris untuk menaklukkan kepaksian nyerupa, dengan adanya perjanjian tersebut maka kompeni inggris dengan leluasa dapat menguasai krui seutuhnya, untuk memecah daerah krui dengan nyerupa disukau maka saat itulah para punggawa diangkat oleh kompeni menjadi pangeran, jadi ketika ada permasalahan para pangeran inilah yang dikedepankan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

pada akhirnya akal licik dari pemerintah kompeni inggris tercium juga oleh masyarakat adat, sehingga terjadilah satu peristiwa yaitu meninggalnya dua orang pembesar pemerintahan kompeni inggris yaitu Mr. Geransi dan Mr. Hambalaya yang mati setelah dipotongkan kerbau dan dijamu makan oleh proatin-proatin.

pada tanggal 29 Mei 1825 setelah ditukarnya Bengkulu dengan malaka (singapore saat ini) oleh kompeni Inggris kepada kompeni Belanda, pihak kompeni inggris tetap saya menunjukkan kelihaiannya untuk mengambil hati rakyat dengan menyinggung-nyinggung tentang adat seperti yang tertera dalam plakat perjanjian :
“Syahdan istimewa pula tuan cumander yang iya ada menerangkan pada tuan segala raja dan penghulu serta melayu cina dengan segala perkara maharaja besar itu telah memikirkan akan jalan kebajikan negeri ini iyalah berjanji dengan maharaja besar belanda yang iya akan boleh menurut seperti perjanjian adat yang telah dibuat oleh tuan besar letnan guvernur”

(Pangeran Achmad Syafei Suttan Ratu Pikulun, ditulis kembali oleh Suttan Junjungan Sakti Yang Dipertuan Sekala Brak Ke 27).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY