Parah…!! Kepsek SMPN 10 Diduga Sering Bilang Grunya Seperti ‘Monnyet dan Binatang’

0
172
SMP Negeri 10 Metro. Inset: Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Metro, Drs. Supardi (Pegang HP). | Medi

Metro ( Pena Berlian Online)- Parah…!! mengaku orang dekat Wali Kota Metro, Oknum Kepala SMPN 10, Kota Metro, Drs. Supardi, diduga sering marahi dewan gurunya seperti monyet dan binatang.

“Setiap ada hal -hal yang tidak mengenakkan di sekolah, dia selalu mengancam guru disini akan dimutasi. Dia bilang, kalau saya bicara sudah pasti di acc . Apalagi kalau bicara dengan guru kadang menyebut kamu monyet, kamu binatang-red, kata yang tidak pantas di ucapkan oleh seorang pemimpin,” Ungkap Lili Apriyani, pada awak media ini, pada (21/2).

Bahkan, Lili Apriyani mengatakan, Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Metro diduga berbuat semena-mena dan arogan terhadap guru. Pasalnya, Supardi memutasi guru tanpa alasan yang jelas, (21/2).

Guru yang mengajar Bahasa indonesia atas nama Lili Apriyani, yang dimutasi Kepala SMP 10 Kota Metro menjelaskan, pihaknya dimutasi oleh Kepsek tanpa alasan yang jelas. “ini SK kamu, kamu pindah tidak lagi ngajar di sekolah, kamu sudah pindah”, kata Drs. Supardi.

Ironisnya saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Walikota tentang mutasi, SK tersebut diberikan dengan cara dibanting diatas meja. “Sebagai pimpinan seharusnya tidak semena-mena seperti ini. Pada saat dia memberikan SK ke saya kemarin di banting, kebetulan semua guru ada dan melihat. Itu bahasa dia sebagai bahasa pimpinan jelas tidak layak”, ujar Lili Apriyani, Rabu (21/2).

Pihaknya, juga mempertanyakan surat mutasi yang ditandatangani oleh Walikota Metro Achmad Pairin. Sebab, mutasi tersebut tanpa alasan yang jelas. Kemudian, jika memang dirinya memiliki kesalahan disiplin ataupun lainya, harusnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan mengkroscek terlebih dahulu sebelum menyetujui surat mutasi tersebut.

“seharusnya kalau memang bersalah dibina dahulu, kemudian kalau masih mengulangi diberikan teguran. Dan surat teguran itu kan ada jenjangnya juga. La ini ujuk-ujuk keluar surat mutasi itu, Disdikbud juga tidak mengkroscek atau apa,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, Kepsek SMPN 10 juga kerap mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas ketika marah. Bahkan, saat marah terhadap salah satu guru, sang Kepala sekolah selalu mengancam akan memutasi guru tersebut.

Bahkan, terus dia, Kepsek SMPN 10 kerap mencatut nama Walikota Metro Achmad Pairin. Karena dia merasa sebagai orang yang berpihak kepada nomor 1, dekat dengan Walikota jadi alasan itu yang selalu dia pakai untuk mengancam kami,” terangnya.

Oleh sebab itu, pihaknya berencana akan mengadu ke DPRD Kota Metro dan Walikota Metro Achmad Pairin.

“Saya harap pengalaman saya ini tidak menimpa kawan-kawan lainnya, kami ini guru-guru kecil yang mau bekerja tenang. Apalagi ini pertengahan semester dan guru kami kurang, terus bagaimana pembelajaran di sekolah ini, apakah ini yang dinamakan pendidikan, Saya sayangkan ini terjadi.

 Saya bersama teman – teman akan ke Pemkot Metro untuk mempertanyakan ini ke walikota, kalau memang benar pemimpinnya menyetujui tanpa adanya pertimbangan-pertimbangan lain alangkah buruknya Kota Metro ini menurut saya,” pungkasnya.

Sementara itu ketika awak media mencoba mengkonfirmasi kebenaran atas keluhan para guru, Kepsek SMP N 10 Drs. Supardi tidak bersedia menjumpai awak media. Padahal sekira pukul 08.30 dirinya masih berada di ruang Tata Usaha sekolah setempat. (Medi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY