Opini : Kecenderungan Remaja ‘Zaman Now’ yang Jauh dari Agama

0
34

Oleh: Febianti Istiqomah

Masa remaja adalah masa yang di anggap sebagai masa kecermelangan dalam kehidupan seseorang. Karakteristik masa remaja adalah bertambahnya kekuatan tubuh, pemikiran yang cemerlang, akal yang sempurna, serta perubahan pada cara berpikir dan perubahan pada sikap dalam usaha untuk menyingkap hal-hal yang baru.

Akan tetapi pada dasarnya hanya satu kekuatan yang mampu menguasai semua perkara dan unsur-unsur yang dapat mempengaruhi remaja, jika seandainya kekuatan tersebut dapat dijaga dari semua pengaruh yang masuk pada dirinya, yaitu kekuatan akal yang merupakan kendali bagi semua perkara dan kunci kestabilan jiwa serta semua tingkah lakunya. Sayid Muhammad Az-za’balawi menambahkan, “fase remaja adalah fase biasa. Paling jauh yang membuatnya berbeda dari fase-fase sebelumnya adalah kematangan akal dan kemampuan berpikir secara mandiri”

Sebenarnya minat remaja terhadap agama cukup besar, karena mereka menyadari agama berperan penting dalam kehidupan. Namun, ada sebagian remaja yang menganggap agama sebagai sumber dari rangsangan emosional dan intelektual, sehingga ingin mempelajari berdasarkan pengertian intelektual. Remaja ingin menerima agama sebagai sesuatu yang bermakna berdasarkan keinginan untuk mandiri dan bebas menentukan keputusannya sendiri.

Para paka rmenyebutkan bahwa kriminalitas remaja disebabkan kurangnya pemahaman terhadap agama. Sudarsono dalam bukunya Kenakalan Remaja mengungkapkan, “Dalam kenyataan sehari-hari menunjukkan bahwa remaja yang melakukan kajahatan sebagian besar kurang memahami norma agama, bahkan lalai dalam menunaikan perintah-perintah agama, seperti mengikutia cara kebakhilan, shalat dan puasa”. Hamad Hasan Ruqaith menambahkan, “Sudah maklum bahwa pada fase remaja, mereka menghadapi problematika, krisis pemikiran, dekadensi moral, psikologis dan psikis. Sedangkan mereka tidak punya pelindung dari pengaruh ini kecuali berpegang teguh kepada agama, berjalan pada jalurnya dan di bawah bimbingannya.”

Adapun pertanyaan yang ada, seperti :

1. Darimana rasa agama pada remaja muncul?
2. Apa dampaknya terhadap pandangan dan kepercayaannya pada Tuhan?

Ide-ide agama, dasar-dasar keyakinan dan pokok-pokok ajaran agama pada dasarnya telah diterima oleh seorang anak pada masa anak-anak. Apa yang telah diterima dan tumbuh dari kecil itulah yang menjadi keyakinan individu pada masa remaja melalui pengalaman-pengalaman yang dirasakannya (Zakiyyah Darajat, 2003: 85-85).

Apa dampaknya terhadap pandangan dan kepercayaannya pada Tuhan? Dampaknya: “Remaja tidak dapat melupakan Tuhan dari segala peristiwa yang terjadi dialam ini, sehingga segala apapun yang terjadi di alam, baik peristiwa alamiah maupun peristiwa social dilimpahkan tanggung jawabnya kepada Tuhan”. Misalnya:

1. Ketika remaja melihat adanya kekacauan, kerusuhan, ketidak adilan dalam masyarakat, maka mereka akan merasa kecewa terhadap Tuhan, padahal Tuhan Maha Kuasa.
2. Sebaliknya, ketika remaja melihat keindahan alam, keharmonisan dalam segala sesuatu, maka mereka akan menjadi yakin kepada Tuhan, bahwa Tuhan Maha Bijaksana.

Pembinaan adalah usaha sadar yang dilakukan dengan sabar, berencana, teratur dan terarah untuk meningkanpengetahuan,sikap, keterampilan, subjek didik dengan tindakan-tindakaan pengarahan, bimbingan dan pengawasan untuk mencapai tujuan.

Adapun Agama Islam adalah agama yang di turunkan oleh Allah SWT melalui Rasulnya SAW, untuk kesejahteraan umat manusia secara universal. Semua ajaran yang terdapat dalam Islam menjadi tuntutan bagi umat Islam menjadi tuntutan bagi umat manusia yang terkumpul dalam sebuahal-Quran.AgamaIslam juga mengatur hubungan manusia dengan Tuhan dan hubungan antara manusia dengan manusia.

Dengan demikian, pembinaan agama Islam merupakan pengarahan atau bimbingan keagamaan yang di lakukan secara terancana. Pembinaan agama sangat perlu dilakukan, terutama bagi remaja. Dengan adanya pembinaan Pendidikan Agama Islam, maka mereka sedikitnya, akan mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk bagi mereka, karena di masa remaja merupakan masa untuk mencoba hal-hal yang baru tanpa ingin di awasi lagi seperti ketika mereka masih anak-anak. Hal-hal yang demikian bisa membawa resiko besar bagi mereka jika tanpa adanya pembinaan agama, baik dari keluarga, sekolah, atau masyarakat sekitar.

Salah satu contoh kecenderungan remaja jauh dari Agama:

Menurunnya moral remaja. Hilangnya moral remaja dalam kenakalan adalah bentuk kurangnya landasan agama bagi mereka. Oleh karena itu, remaja saat ini sering dipandang tidak lagi dapat menjadi tumpuan masa depan yang bisa di harapkan oleh negara. Semua itu dikarenakan kurang berjalanya peran pendidikan dan agama sebagai tumpuan bagi mereka yang bahkan tidak sadar akan keberadaan dan apa yang telah di perbuat. Seharusnya peran pendidikan seperti sekolah harus menegaskan kembali pendidikan moral kepada siswa siswinya sehingga dapat menjadi pegangan bagi hidup mereka. Karena dasarnya sekolah bertujuan untuk membantu anak berfikir mana yang buruk dan mana yang baik, serta membantu siswa agar berperilaku sesuai dengan nilai moral yang berlaku.

Tapi pada kenyatanya di sekolah nilai-nilai tersebut hanya diterapkan dalam pelajaran tertentu seperti PPKN dan Agama. Kurangnya pendidikan moral yang diterima di sekolah membuat proses sosialisasi kurang seimbang. Sehingga masa remaja di sekolah dan sosialisasi antar teman sebaya lebih dominan mempengaruhi pembentukan perilaku.

Faktor Penyebab Menurunya Moral Remaja:

1. Keluarga bermasalah
Faktor penyebab menurunya moral remaja dapat dilihat dari keluarga bermasalah seperti, kurang kasih sayang, broken home, dan orang tua yang memaksakan kehendaknya.
2. Media massa
Faktor penyebab menurunya moral remaja dapat dilihat dari media massa. Media masa merupakan faktor yang paling menonjol dalam kalangan remaja masa kini, semua hal pasti berkaitan dengan media massa, contohnya seperti media elektronik dan media cetak. Media elektronik yang paling mempengaruhi dalam kalangan remaja masa kini yaitu handphone.
3. Sikap egoisme dan materialisme
Faktor penyebab menurunya moral remaja dilihat dari sikap egoism dan materialisme dengan ini dikatakan ingin menang sendiri dan menghalalkan segala cara demi uang, lumayan banyak dirasakan oleh remaja.

Upaya Orang Tua dalam Mengatasi Menurunya Moral dan Remaja
1. Memberikan kepercayaan kepada remaja
Upaya orang tua dalam mengatasi menurunya moral remaja dilihat dari memberikan kepercayaan kepada remaja dalam berteman dan kepercayaan dalam mengambil keputusan.
2. mengajarkan pendidikan agama
Upaya orang tua dalam mengatasi menurunya moral remaja dilihat dari mengajarkan pendidikan agama seperti, sholat berjamaah, membaca al-qur’an.
3. menciptakan komunikasi yang lancar
Upaya orang tua dalam mengatasi menurunya moral remaja dilihat dari menciptakan komunikasi yang lancar kepada remaja sehingga ada rasa keterbukaan dalam dirinya. (*)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY