Oknum Ketua KPTR, AE Diduga Kuat Korupsi Setoran Dana Bansos Petani Tebu

0
578
Foto Ilustrasi Kebun Tebu ( Foto Ist).

Waykanan ( Pena Berlian Online )–Oknum Ketua Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR), Kabupaten Waykanan, inisial (AE) diduga kuat Korupsi dana Bantuan Sosial ( Bansos), dari Kementrian Pertanian ( Kementan), yang bersumber dari dan APBN Tahun 2010-2015, mencapai miliaran rupiah.

Terungkapnya kasus tersebut, berawal dari pengakuan sejumlah narasumber beberapa waktu lalu. Narasumber menceritakan setoran yang diberikan oleh sejumlah kelompok tani tebu yang dikoordinir oleh KPTR, tidak jelas kegunaannya alias disimpangkan.

Sejumlah naraumber juga menceritakan mudus yang dilakukan oleh AE yakni, dengan mengatasnamakan KPTR. Namun sejak keberadaan KPTR selama dipegang oleh AE, aliran dana keluar-masuk tidak jelas.

Bahkan, menurut salah satu narasumber yang minta dirahasiakan idetitasnya mengatakan, para petani tebu diduga selalu diperalat oleh oknum tersebut, dengan menakut-nakuti secara peraturan dan dimuat memalui sejumlah media.

Bukan disitu saja, AE pada bulan februari 2018 ini mengundang sejumlah media online, diduga untuk mengelabui serta menaku-nakuti para petani tebu agar mennyetorkan pinjaman bansos kepada KPTR.

“Mereka itukan petani yang buta akan hukum atau peraturan. Jadi mereka takut jika sampai tidak mengembalikan pinjaman tersebut kepada KPTR. Namun setelah sejumlah anggota petani ada yang memulangkan bantuan modal yang notabene nya uang Bansos yakni duit rakyat, namun oleh AE dimanfatin untuk kepentingan pribadi, bukan untuk koprasi KPTR,”bebernya.

Dikonfirmasi secara terpisah pula, salah satu anggota petani tebu juga mengaku jika dirinya sudah memulangkan pinjaman kepada AE sejumlah Rp400 juta. Namun data bantuan tersebut tidak jelas dipergunakan untuk apa oleh oknum AE tersebut.

“Sebab setau saya KPTR sekarang kayak mati suri, pengurusnya saja tidak jelas lagi mana yang aktip,”ungkap narasumber.

Terpisah Ketua KPTR Waykanan AE, saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, mengakui jika dirinya telah menerima setoran dari pinjaman anggota petani tebu yang dikoordinir oleh KPTR sejumlah Rp1,5 miliar. Namun masih kata AE uang tersebut sudah habis untuk biaya oprasional pengurus selama dua tahun.

“Betul memang sudah ada yang memulangkan pinjaman dana bansos kepada pihak KPTR selaku pengelola, sejumlah Rp1,5 miliar. Namun uang tersebut sudah habis untuk oprasional selama dua tahun,”akunya.

Sumber lain juga mengatakan, jika AE dalam melaksanakan tugasnya sendiri tanpa melibatkan pengurus lainnya. Bahkan masih kata narasumber, dalam melakukan transaksi kepada anggota kelompok juga AE secara diam-diam tanpa sepengetahuan pengurus lainnya.

Seperti kita ketahui berdasarkan data yang diterima redaksi media ini. Kabupaten Waykanan, telah menerima bantuan beberapa kali sejak tahun 2010-2015.

Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian, melalui dana APBN Tahun 2010-2015. Pada Tahun 2015 lalu, petani tebu yang ada di Kabupaten Waykanan mendapat bantuan dana Bansos senilai Rp47 Miliar, untuk tanam tebu seluas 2000 hektar. Bantuan sebesar itu disalurkan masing-masing untuk satu anggota petani maksimal 4 hektar. Dana tersebut dalam rangka program pengembangan tanaman tebu, untuk sejumlah kelompok tani yang ada di Kabupaten Waykanan,.

Berdasarkan data dan informasi pula, dana bantuan Bansos disalurkan melalui  Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Lampung dan dikelola oleh Koperasi Petani Tebu Rakyat (KPTR), untuk disalurkan sejumlah kelompok tani yang ada di Kabupaten Waykanan, secara bergulir. Bersambung Edpisode : 2 (Red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY