Oknum Ketua Kelompok Desa Tanjung Baru Diduga Gelapkan Mobil Bantuan

0
319

LAMPUNG UTARA ( PENA BERLIAN ONLINE )- oknum Ketua Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ), Baru Sejahtera, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), diduga kuat gelapkan bantuan mobil bantuan dari Kementrian Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal ( PDT), Tahun 2010 lalu.

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari informasi yang diperoleh, media Penaberlian.com, bahwa bantuan mobil milik Gapoktan Baru Sejahtera, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Bukit Kemuning, sudah tidak tau keberadaannya. Menurut sejumlah narasumber mobil tersebut saat ini sudah dipindah tangankan alias dijual.

Sayangnya hingga berita ini diturunkan oknum ketua kelompok dan pihak kepala desa belum bisa ditemui dan diminta tanggapan.

Berdasarkan data yang diperoleh, pennyerahan bantuan mobil tersebut tertuang pada surat keputusan, Bupati Lampung Utara, Nomor : B/406/14-LU/HK/2013, tanggal 30 Desember 2013, tentang penerimaaan hibah Moda Transportasi Kementrian Pembangunan Daerah Tertinggal RI Tahun 2010,2011 dan 2012, Kabupaten Lampung Utara.

Berdasarkan data pula, terhitung sejak tahun 2010 hingga 2012, bantuan hibah dari Kementerian PDT itu mencapai sembilan unit kendaraan. Rinciannya, tahun 2010 sebanyak empat unit kendaraan, tahun 2011 sebanyak dua unit, dan tahun 2012 sebanyak tiga unit kendaraan.

Sedangkan untuk Gapoktan Baru Sejahtera, Desa Tanjung Baru, Kecamatan Bukit Kemuning, Lampura, pada Tahun 2010 lalu mendapat bantuan jenis kendaraan, Truck Yoyota/Dyna 110 ET, BE 9017 JZ. Namun kenderaan bermotor tersebut hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Terpisah, sejumlah elemen masyarakat meminta kepada aparat penegak hukum agar mengusut Kasus ini hingga tuntas. Jika terbukti bantuan tersebut telah dipindah tangankan atau diujual maka masyarakat meminta untuk memberikan sanksi hukum yang berlaku yakni jebloskan dipenjara.

“Sebab berdasarkan aturan bantuan mobil itu untuk keperluan masyarakat melalui kelompok tani, yang tidak boleh dijual atau untuk kepentingan pribadi,”tegas salah satu narasumber yang enggan ditulis namannya.Bersambung edisi : 3. (Red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY