OJK Dorong Lembaga Jasa Keuangan Kucurkan Kredit Rp2,8 Triliun

0
26

Jakarta, (Pena Berlian Online)- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi membuka kegiatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2020 secara virtual. Kegiatan BIK dilakukan pada 1-31 Oktober 2020 di seluruh wilayah Indonesia dengan berbagai program atau literasi, inklusi keuangan, serta perlindungan konsumen yang melibatkan sejumlah kementerian/lembaga, lembaga jasa keuangan, dan e-commerce.

Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito mengatakan kegiatan yang akan dilakukan dalam rangkaian kegiatan BIK 2020 ini antara lain penyaluran kredit, pembiayaan kepada pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK), pembukaan rekening, berbagai penjualan jasa keuangan yang berinsentif seperti diskon, bonus, rewardcashback, hingga promo khusus.

“Fokus kegiatan tahun ini adalah untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional selain dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk dan atau layanan jasa keuangan, serta mendorong akselerasi penambahan jumlah rekening maupun penggunaan produk ataupun layanan jasa keuangan,” ujar Sarjito dalam pembukaan kegiatan BIK 2020 secara virtual, Senin, 5 Oktober 2020.

Dalam rangka mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), OJK mendorong lembaga jasa keuangan untuk gencar memberikan kredit atau pembiayaan kepada pelaku UMK sebesar Rp2,8 triliun selama penyelenggaraan BIK 2020. Termasuk di dalamnya program kredit pembiayaan melawan rentenir yang disinergikan dengan program tim percepatan akses keuangan daerah.

Dalam kegiatan BIK 2020 ini, OJK bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) sebagai salah satu implementasi Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung sebagai upaya untuk menanamkan budaya menabung sejak dini.

“Selain itu, selama kegiatan Bulan Inklusi Keuangan 2020 ini ditargetkan adanya pembukaan rekening tabungan pelajar di seluruh Indonesia sebanyak 500 ribu rekening,” paparnya.

Mempertimbangkan kondisi pandemi, seluruh rangkaian kegiatan BIK 2020 dilakukan secara virtual. Salah satu rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan yaitu Virtual Expo Bulan Inklusi Keuangan 2020 yang dapat diakses melalui website www.bik.2020.id.

“Untuk itu kami telah menyediakan website Bulan Inklusi Keuangan sebagai sarana buat lembaga jasa keuangan, penyedia platform e-commerce, dan kementerian/lembaga untuk mempublikasikan berbagai promosi produk maupun kegiatan lain secara masif, sehingga dapat memudahkan masyarakat untuk tetap mendapatkan akses keuangan pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB),” tuturnya.

Sarjito menegaskan kegiatan BIK 2020 merupakan agenda nasional yang dilakukan secara berkesinambungan pada Oktober setiap tahunnya. Hal ini diharapkan akan semakin memperkuat komitmen dan dukungan dari seluruh stakeholders untuk meningkatkan inklusi keuangan dengan memantapkan kepercayaan konsumen terhadap produk dan layanan jasa keuangan.

“Hal ini tentunya dapat memberikan dampak yang positif, khususnya dalam pemenuhan dan peningkatan literasi keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Semoga kegiatan ini juga dapat memberi manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat dan dapat mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional,” pungkas Sarjito.

Dilansir Dari Halaman medcom.id

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY