Mukhlis Basri, Resmikan Kebun Raya Liwa

0
301
( foto Ist)

Liwa (PBO)- Kebun Raya Liwa (KRL) Kabupaten Lampung Barat (Lambar), akhirnya diresmikan. Diresmikannya bertepat di pekon Kubu Perahu,  Balik Bukit (5/12/17) .

KRL yang letaknya di depan rumah dinas bupati Lambar di pekon Kubu Perahu,  Balik Bukit Lambar tersebut selain memiliki berbagai macam tanaman kayu dan bunga hingga puluhan jenis. Juga sebagian lahan menjadi taman buah yang lebih mempercantik kawasan yang menjadi destinasi wisata baru di Lambar.

Presmian yang juga dihadiri Plt Kepala LIPI, Bambang Subiyanto, Anggota Komisi VII DPR RI, Hadi Mulyadi, Staf Ahli Gubernur, Theresia Sormin, Bupati Lambar, Mukhlis Basri dan Wakil Bupati, Makmur Azhari, ditandai dengan penandatanganan prasasti, penerbangan balon dan membunyikan sirine yang dilakukan secara bersama.

Mukhlis mengatakan, presmian kebun raya ini merupakan salah satu langkah untuk melakukan studi dan konservasi terhadap biodiversitas, khususnya varietas endemik di sekitar Lambar. Selain itu Kebun Raya Liwa diharapkan mampu menjalankan fungsinya sebagai sebuah kebun raya untuk fungsi pendidikan, penelitian, rekreasi, ekonomi dan konservasi.

Selama sepuluh tahun perjalanan KRL kata dia, banyak hal yang sudah di bangun diantaranya adalah taman tematik, kebun raya liwa pada saat ini telah memiliki lima taman tematik yaitu taman tematik araceae, taman  tematik wangi, taman tematik buah, taman tematik hias, taman tematik aren dengan total luas  ± 11,7 ha, dengan lebih  20.000 spesimen tanaman kebun koleksi

Dijelaskan Mukhlis KRL memiliki 6 blok kebun koleksi dengan luasan 5,8 ha dengan jumlah koleksi 2.382 spesimen tercakup kedalam 294 jenis, 184 marga dan 60 suku, rumah pembibitan, kebun raya liwa saat ini telah memiliki 7 rumah paranet yaitu 2 rumah paranet pembibitan koleksi umum dengan  221 spesimen tanaman 1 rumah paranet anggrek  dengan 715 spesimen tanaman, 3 rumah paranet piper/ sirih-sirian dengan 46 spesimen, dan 2 rumah sungkup : dengan 1.137 spesimen. Fasilitas penunjang kebun raya liwa, meliputi  kantor, toilet umum ,mushola , kedai kopi ,jalan setapak dan jalan rabat, pergola , gazebo , rumah jaga ,kolam,welcome area, jalan lingkungan, dan lain sebagainya.

”Selanjutnya  dengan berbagai jenis dan jumlah koleksi flora serta sarana pendukung yang sudah ada, kami berkeyakinan 5 fungsi kebun raya yaitu fungsi konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan sudah dipenuhi oleh kebun raya liwa, oleh karena itu Pemkab Lambarmenguatkan komitmen untuk melakukan peresmian KRL,” katanya.

 Sementara itu, Plt. Kepala LIPI,  Bambang Subiyanto menyampaikan, hingga saat ini, pihaknya sedang membangun 33 kebun raya, yaitu 5 kebun raya yang dikelola LIPI, 26 kebun raya yang dikelola oleh pemerintah daerah dan 2 kebun raya dikelola perguruan tinggi. Tujuh kebun raya daerah telah di launching, yaitu Kebun Raya Massenrempulu Enrekang (Sulawesi Selatan) pada tahun 2013,Kebun Raya Balikpapan (Kalimantan Timur) tahun 2014,  Kebun Raya Kuningan (Jawa Barat) dan Kebun Raya Baturraden (JawaTengah)  padatahun 2015. Kebun Raya Katingan (Kalimantan Tengah) dan Kebun Raya Banua (Kalimantan Selatan) pada tahun 2016. Dan pada tahun 2017 ini telah dilakukan pra-launching Kebun Raya Batam (14 November 2017), launching Kebun Raya Jompie Parepare (28 November 2017).  Jumlah tersebut akan bertambah pada hari ini, dimana kita akan bersama-sama melaunching Kebun Raya Liwa yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, Provinsi lampung.

 “Kami berharap setelah kegiatan launching ini, maka Kebun Raya Liwa akan semakin berkembang dan terus maju, sehingga peran dan fungsinya makin dirasakan oleh masyarakat luas. Kami memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lambar yang memiliki komitmen dalam upaya pengembangan Kabupaten Lambar sebagai kabupaten konservasi ” kata dia (Iwan)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY