Miris! Jembatan Penghubung di Suoh Memprihatinkan

0
287
(Foto Tkp)

Liwa (PBO)-Jembatan Pungkalan yang menghubungkan Pekon Bandingagung dan Pekon Tuguratu, Kecamatan Suoh, Lampung Barat (Lambar), kondisinya sangat membahayakan. Dari pantauan awak mediakondisi jembatan sangat memprihatinkan. Lantai atau alas yang terbuat dari papan terlihat sudah rapuh. Bahkan di beberapa bagian bolong-bolong.

Dengan kondisi seperti sekarang, Jembatan Pungkalan sangat membahayakan bagi pengguna. Terlebih, akhir-akhir ini intensitas hujan sangat tinggi. Jika hujan, jembatan menjadi licin dan berpotensi memakan korban.

Apalagi jembatan tersebut juga menjadi akses penghubung antar Kecamatan Suoh dan Bandar Negeri Suoh (BNS). Kendati bukan jalan satu-satunya akses penguhubung warga di dua kecamatan tersebut. Sebab masih ada jalan lain namun memutar cukup jauh.

Peratin (Kepala Desa) Tuguratu Basuki menyebutkan, jembatan Pungkalan memiliki panjang 36 meter dan lebar 5 meter  dengan ketinggian 10 meter. Sementara kedalaman air dibawah jembatan tersebut yakni sungai Way Semangka hanya 1 meter jika normal atau tidak banjir.

“Tapi dibawah jembatan tersebut banyak bebatuannya,” ungkapnya.
Basuki menjelaskan, jembatan tersebut milik provinsi Lampung dengan kerangka dari besi baja namun alasnya hanya papan.

“Dari awal jembatan tersebut bentuknya kerangka dan pondasi dari baja. Namun alas jembatan berupa kayu. Sudah sering kami  melakukan perbaikan secara swadaya jika papan mulai rapuh dan rusak. Kita gotong royong mengganti alas jembatan  dengan menggunakan papan dari batang kayu kelapa,” kata Basuki.

Namun sayangnya, saat ini jembatan kembali rusak. “Menurut informasi, jembatan tersebut sudah di anggarkan di Provinsi Lampung. Dan sudah ketok palu untuk dibenahi,” timpalnya.

Sementara itu, Peratin Bandingagung Supangat menuturukan, jembatan tersebut sebelumnya sudah diusulkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Namun pihak BPBD harus meminta izin terlebih dahulu ke pemprov Lampung lantaran jembatan tersebut kewenangan provinsi.

“Dan sampai sekarang jembatan belum juga dibenahi,” Imbuhnya.

Supangat membeberkan, sudah 2  orang menjadi korban akibat terjatuh dari jembatan tersebut. Untungnya, kata dia, korban tidak mengalami luka lantaran terjatuh ke air.

“Kami tidak ingin ada korban. Sehingga kami meminta kepada Pemprov Lampung untuk segera membenahinya agar aktifitas warga kembali lancar,” bilangnya.

Untuk menghindari jatuhnya korban, saat ini jembatan hanya dilalui kendaraan roda dua saja. Sedangkan mobil tidak diperbolehkan melintas (Rilis)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY