Mengaku Orang Dekat Walikota Metro, Kepsek SMPN 10 Diduga Main Pecat

0
308
SMP Negeri 10 Metro. Inset: Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Metro, Drs. Supardi (Pegang HP). | Medi

METRO, LAMPUNG  (PENA BERLIAN ONLINE) – Mengaku orang dekat Wali Kota,  A. Pairin, Kepala Sekolah SMP Negeri 10,  Drs. Supardi, diduga selalu mencatut nama Walikota, oknum kepsek tersebut, berbuat semena-mena dan arogan terhadap guru, salah satunya melakukan mutasi dewan guru tanpa alasan yang jelas.

“Kepsek SMPN 10 kerap mencatut nama Walikota Metro Achmad Pairin. Karena dia merasa sebagai orang yang berpihak kepada nomor 1, dekat dengan Walikota jadi alasan itu yang selalu dia pakai untuk mengancam kami,” ungap Lili Apriyani, salah satu dewan guru sekolah setempat saat dikonfirmasi pada (21/2).

 Lili Apriyani adalah salah satu dewan guru  bidang study Bahasa indonesia, mengaku telah dipecat dan dimutasi oleh Kepala SMP 10 Kota Metro. Dia menjelaskan, pihaknya dimutasi oleh Kepsek tanpa alasan yang jelas.

“ini SK kamu, kamu pindah tidak lagi ngajar di sekolah, kamu sudah pindah”, kata Drs. Supardi.

Ironisnya saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Walikota tentang mutasi, SK tersebut diberikan dengan cara dibanting diatas meja. “Sebagai pimpinan seharusnya tidak semena-mena seperti ini. Pada saat dia memberikan SK ke saya kemarin di banting, kebetulan semua guru ada dan melihat. Itu bahasa dia sebagai bahasa pimpinan jelas tidak layak”, ujar Lili Apriyani, Rabu (21/2).

Pihaknya, juga mempertanyakan surat mutasi yang ditandatangani oleh Walikota Metro Achmad Pairin. Sebab, mutasi tersebut tanpa alasan yang jelas. Kemudian, jika memang dirinya memiliki kesalahan disiplin ataupun lainya, harusnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan mengkroscek terlebih dahulu sebelum menyetujui surat mutasi tersebut.

“seharusnya kalau memang bersalah dibina dahulu, kemudian kalau masih mengulangi diberikan teguran. Dan surat teguran itu kan ada jenjangnya juga. La ini ujuk-ujuk keluar surat mutasi itu, Disdikbud juga tidak mengkroscek atau apa,” terangnya.

Selain itu, lanjut dia, Kepsek SMPN 10 juga kerap mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas ketika marah. Bahkan, saat marah terhadap salah satu guru, sang Kepala sekolah selalu mengancam akan memutasi guru tersebut.

Setiap ada hal -hal yang tidak mengenakkan di sekolah, dia selalu mengancam guru disini akan dimutasi. Dia bilang, kalau saya bicara sudah pasti di acc . Apalagi kalau bicara dengan guru kadang menyebut kamu monyet, kamu binatang-red, kata yang tidak pantas di ucapkan oleh seorang pemimpin,” papar dia menirukan ucapan sang kepala sekolah.

Oleh sebab itu, pihaknya berencana akan mengadu ke DPRD Kota Metro dan Walikota Metro Achmad Pairin.

“Saya harap pengalaman saya ini tidak menimpa kawan-kawan lainnya, kami ini guru-guru kecil yang mau bekerja tenang. Apalagi ini pertengahan semester dan guru kami kurang, terus bagaimana pembelajaran di sekolah ini, apakah ini yang dinamakan pendidikan, Saya sayangkan ini terjadi.

 Saya bersama teman – teman akan ke Pemkot Metro untuk mempertanyakan ini ke walikota, kalau memang benar pemimpinnya menyetujui tanpa adanya pertimbangan-pertimbangan lain alangkah buruknya Kota Metro ini menurut saya,” pungkasnya.

Sementara itu ketika awak media mencoba mengkonfirmasi kebenaran atas keluhan para guru, Kepsek SMP N 10 Drs. Supardi tidak bersedia menjumpai awak media. Padahal sekira pukul 08.30 dirinya masih berada di ruang Tata Usaha sekolah setempat. (Medi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY