Kompak, Kakak-Adik diduga Sama-sama Gelapkan Bantuan Kampung

0
238

LAMPUNGTENGAH ( PENA BERLIAN ONLINE)- Kasus dugaan korupsi Dana Desa  (DD) dan Alokasi Dana Desa ( ADD), yang diduga dilakukan oleh oknum Kepala Kampung Payung Makmur, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampungtengah, Jimamul Wafa semakin melebar. Kakak Kandung Oknum Kepala Kampung setempat, Mubarok saat menjabat Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan ) Sumber Makmur,  disebut-sebut  telah mennggelapkan dana bantuan PUAP yang bersumber dari dana APBN Tahun 2012, sejumlah Rp100 juta.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari pengakuan sejumlah pengurus kelompok tani yang ada di kampung setempat. Sejumlah pengurus kelompok tani mengaku jika kelompok mereka telah dicatut namanya untuk mendapatkan bantuan tersebut. Bahkan kasus ini juga telah dilaporkan kepada pihak Inspektorat Lampungtengah saat melakukan pemeriksaan dugaan korupsi DD dan ADD pada (26/4/2019) lalu.

Dalam pemeriksaan tersebut salah satu pengurus kelompok tani mengaku kelompoknya tidak pernah menerima dana bantuan dan tidak pernah diajak musyawarah saat pencairan dana PUAD serta bantuan lainnya oleh oknum Ketua Gapoktan tersebut.

“Kelompok kami tidak pernah dilibatkan bantuan PUAP, yang diterima oleh kampung kami pada Tahun 2012, padahal bantuan tersebut harus digulirkan kepada keolompok tani yang tergabung pada Gapoktan,”tegas narasumber yang minta tidak ditulis namanya, pada  Jum’at ( 25/4/2019).

Terpisah, salah satu pengurus kelompok tani lain kampung setempat yang dirahasiakan  idetitasnya juga mengaku, jika dana PUAD yang diterima beberapa tahun lalu meski kelompoknya dilibatkan hannya sebatas formalitas saja. Bahkan menurut narasumber kelompok tani  yang tergabung di Gapoktan hannya untuk alat saja.

“Bukan hannya bantuan PUAP, bantuan pupuk bersubsidi saja tidak jelas kegunaannya.  Padahal pupuk dari kabupaten lancar namun setiap kami tannya selalu bilang habis. Pupuk tersebut dikelola langsung oleh kakak kandungnya kepala kampung kami,”ungkap narasumber.

Terpisah pula, hal ini dibenarkan oleh salah satu tokoh masyarakat kampung setempat, Suparno. Suparno mengatakan bantuan dana PUAP selama ini diduga tidak digulirkan serta digunakan untuk kepentingan keluarga kepala kampung untuk memperkaya diri.

“Saya sering mendapat pengaduan dari sejumlah ketua kelompok. Merka mengeluh dengan saya jika kelompoknya selama ini hannya untuk peralat, setiap ada pemeriksaan,”ujar Suparno pada beberapa waktu lalu.

Kasus ini akan terus diungkap lebih mendalam pada edisi mendatang. Konon kabarnya sepak terjang oknum ketua gapoktan tersebut sudah sangat merugikan masyarakat. ( Team).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY