Komnas Perlindungan Anak, Mendesak Kepala Disdik Untuk Melakukan Langkah Hukum

0
338
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

Jakarta  ( Pena Berlian Online)-Jika oknum guru SMA Negeri 1 Pakuan Ratu, Waykanan Lampung inisial ES terbukti melakukan kekerasan fisik dan non fisik terhadap anak dilingkungan sekolah, berdasarkan ketentuan pasal 54 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, ES merupakan tindak pidana kekerasan dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun.

“Berdasarkan ketentuan pasal 54 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, ES merupakan tindak pidana kekerasan dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun,”tegas Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak, kepada Wartawan Redaksi Pena Berlian Online, Zandre Badak, di Jakarta Pada Senin (12/2/2018), malam.

Oleh sebab itu, Masih kata Aris, Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai lembaga independen yang memberikan pembelaan dan perlindungan anak di Indonesia mendesak Kepala Dinas Pendidikan Waykanan dan Provinsi serta Kepala Sekolah SMAN 1 Pakuan Ratu segera mengambil tindakan dan langkah-langkah hukum. Dan meminta kepada korban dan keluarganya untuk tidak melakukan tindakan sendiri. “Serahkan saja masalahnya kepada aparatus penegak hukum,”katanya.

Arist menambahkan, melalui kejadian ini meminta kepala sekolah dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten untuk segera melakukan evaluasi proses belajar mengajar bersama komite sekolah SMA Negeri 1 Pakuan Ratu.

BERITA SEBELUMNYA :

Seperti kita ketahui pada berita sebelumnya, salah seorang oknum guru SMAN 1, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Waykanan, ES, diduga telah mencekik leher dan memukul siswanya,  JA (16), hingga memar, saat upacara, pada Senin (12/2/2018).

Kejadian ini terungkap dari atas pengakuan orang tua korban inisial, HK. Menurut HK, anaknya telah mendapat perlakuan kekerasan terhadap putranya JA, yang dilakukan oleh salah satu oknum dewan guru SMAN 1, Pakuan Ratu ES.

“Saya dapat laporan dari anak saya tadi pagi, jika anak saya telah dicekek dan dipukul oleh salah satu gurunya,”ungkap HK.

Bahkan menurut HK, bukan hannya dilakukan kekerasan dengan cara mencekik dan memukul muka hingga memerah, ES juga menantang anaknya mau ditembak pakai pistol jika pihak korban tidak terima.

“Bukannya datang kerumah minta maaf, justru oknum guru itu menantang anak saya, jika berani hadang saya, kamu pakai pisau saya pakai pistol,”ujarnya menirukan pengakuan putranya.

Narasumber juga mengatakan jika kejadian tersebut, sudah dilaporkan kepada pihak  kepala sekolah setempat. Namun masih kata dia hingga berita ini diturunkan tetap dingin-dingin saja, seperti tdk ada tindak lanjut.

“Saya sudah lapor kepada kepala sekolah setempat, namun nyatanya masih adem-adem saja tidak ada tindakan,”keluhnya.

Narasumber berharap, kepada aparat penegak hukum agar mengusut kasus tersebut. Jika terbukti bersalah, dia minta ES diberi sanksi hukum yang berlaku.

“Saya minta kepada aparat penegak hukum agar kasus yang menimpa anak saya, agar diproses secara hukum yang berlaku,”pungkasnya.

Terpisah hingga  berita ini diturunkan, oknum guru ES belum bisa dikonfirmasi. Kasus ini akan terus diungkap hingga tuntas.(Red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY