Ketua LPPN-RI, Djumadias : Bantuan Kapal TA 2016, Dishub Pesawaran Diduga Dikorupsi

0
300
Foto Ilustrasi Bantuan Kapal 10 GT. (Foto Ist).

Kabupaten Pesawaran ( Pena Berlian Lampung )–Ketua LPPN-RI, Provinsi Lampung, Djumadias mengatakan proyek pengadaan perahu penumpang (Fiber) 10 GT, pada Tahun 2016, sejumlah  Rp 403.500.000, pada Dinas Perhungunan ( Dishub), Kabupaten Pesarawan diduga kuat dikorupsi.

Pasalnya menurut Djumadis, Program Pengadaan pembangunan perahu penumpang (Fiber) 10 GTdengan anggaran Rp 403.500.000, diduga tidak sesuai dengan peraturan Presiden RI No.85 Tahun2006,  tentang Perubahan ke 6 atas keputusan Presiden RI No 80 Tahun 2003,  tentang pedomanpelaksanaan pengadaan barang dan jasa pemerintah ,serta  telah melanggar  aturan yang diduga Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) kegiatan  pelaksanaan  teknis proses pengadaan barang dan jasa yang telah menyalahi aturan pemerintah dan hal tersebut dianggap tidak sesuai dengan spesifikasi dan RAB.

“Seperti contoh proses pengadaan jasa tidak benar, yang seharusnya ada perusahaan pendamping dalam pelaksanaan tender pekerjaan dan semestinya beberapa pihaak perusahaan atau rekanan mengajukan penawaran. Pernahkan perusahaan mengajukan penawaran. Selain itu, sudahkan diperiksa atau di cek secara profesional bahwa kwalifikasi bendera perusahaan sudah berpengalaman atau belum dalam proses pembuatan perahu yang di butuhkan dinas dan masyarakat,”ungkap Djumadias, pada Jum’at (2/3/2018).

Selain itu juga Djumadis mengatakan, diduga kuat pihak perusahaan tidak menggunakan tenaga ahli, yang berpengalaman dibidangnya, sebab masih kata dia dalam  RAB pembangunan perahu penumpang ( Fiber ) 10 GT , Ukuran utama, panjang kapal 12 m , lebar max  2,80 m , tinggi gladak  1,70 m , sarat air 0,80 m, tangki BBM 100 L, mesin utama (inboad) 34 HP, Kecepatan 15 knot, awak kapal 23 orang serta didalam RAB dijelaskan pembangunan kapal menggunakan fiberglass resin polyester (FRP) dengan komposisi : fiberglass lambung bawah, fiberglass lambung atas, deckmultiflek fiberglass dengan biaya Rp 189.000.000.

“Akan tetapi kenyataan dilapangan pembuatan perahu menggunakan balok kayu diduga sebanyak 6 m3. Pernah dihitung perbandingaan bobot kapa menggunakan fiberglass dengan pembangunan kapal menggunakan bahan kayu sebanyak 6 m3. Dan di isi penumpang sebanyak 23 orang dewasa,”ungkap Djumadias.

Lebih jauh Djumadias mengungkapkan,  mesin yang seharusnya dipakai  adalah RATNA MARINE ENGINE RA 395 MS, dengan harga     Rp 54.000.000.

“Namun kennyataannya berdasarkan hasil investigasi mesin yang dipasang oleh pihak rekanan hannya menggunakan mesin  ZH 1135. TT, dengan harga Rp 11.600.000. Sementara accu yang dipergunakan accu yang seharga Rp 1.400.000. Jadi total biaya hannya menghabiskan sekitar Rp.13.000.000,”beber Djumadias.

Djumadias berharap kepada aparat penegak hukum agar melakukan pennyelidikan dan pennyidikan serta mengusut kasus tersebut hingga tuntas. Selain itu masih kata dia dengan ditemukan indikasi tersebut pihaknya meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pesawaran, untuk memberikan apenjelasan atas kejanggalan pekerjaan pembangunan perahu tersebut…Bersambung Edsisi : 2.. (Red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY