Ketua KPTR Lamteng Mengaku Petani Tebu Hannya Terima Bantuan Separuhnya

0
242
Ilustrasi Kebun Tebu ( Foto Ist).

LAMPUNG TENGAH ( PENA BERLIAN ONLINE)- Ketua Koprasi Petani Tebu Rakyat (KPTR), Kabupaten Lampung Tengah, Idialis  membenarkan jika anggota petani tebu hannya menerima dana Bantuan Sosial ( Bansos), Dari Kementrian Pertanian ( Kementan), yang bersumber dari dana APBN Tahun 2015, lima puluh persen dari bantuan yang telah ditentukan oleh Kementan.

” Kami hannya menerima bantuan untuk lahan perluasan dan bongkar ratun keseluruhan sekiatar Rp8 juta/hektar,” ungkap Ketua KPTR Idialis, saat dikonfirmasi pada Selasa (7/3/2018).

Itupun, masih kata Idialis bantuan yang diterima oleh kelompok tebu Lamteng, berupa pembibitan dan pupuk serta peralatan pertanian. “Bantuan tersebut sudah dirupakan dengan pembibitan tebu, pupuk dan peralatan pertanian,”ujarnya.

Idialis menceritakan jika pada Tahun 2015 lalu, anggota petani tebu mendapat bantuan perluasan lahan sekitar 300 hektar, bongkar ratun 200 hektar, serta rawat ratun seluas kurang lebih 100 hektar, yang tersebar di empat kecamatan.

“Tahun 2015, anggota petani tebu mendapat bantuan dari Kementan untuk perluasan lahan sekitar 300 hektar. Sedangkan untuk bongkar ratun 200 hektar dan rawat ratun seluas 100 hektar lebih. Lokasi tanam tebu berada di empat kecamatan,”ujarnya.

Terpisah seperti kita ketahui berdasarkan data yang diperoleh media ini, Kabupaten Lampungtengah, pada tahun 2015 lalu mendapat bantuan tanam tebu seluas 607,5 hektar. Adapun berdasarkan Permentan diatur bantuan dana tersebut untuk bongkar ratoon Rp13.163.00/hektar, bantuan perluasan tebu Rp 18.200.000/hektar dan bantuan rawat ratoon Rp 8.725.000/hektar. Setiap anggota kelompok hannya mendapat bantuan  maksimal  seluas empat hektar.

Namun saat dana Bansos dicairkan melalui rekening ketua kelompok masing-masing, anggota kelompok hannya menerima sebagian dari dana bantuan yang ada. Diduga kuat dana Bansos yang digulirkan kepada kolompok petani tebu telah dipotong oleh sejumlah oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi  untuk memperkaya diri.  Bersambung Edisi : 4 ( Red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY