Kecocokan Hati, Alasan Nunik Dampingi Arinal Maju Pilgub

0
197
Cawagub nomor urut tiga Chusnunia Chalim (baju hitam kerudung coklat) kampanye di Kota Metro. | Medi

METRO (PENA BERLIAN ONLINE) – Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Lampung nomor urut 3 Chusnunia Chalim mengaku mau mendapingi Cagub Arinal Djunaidi karena berbagai pertimbangan. Salah satunya, yakni kecocokan hati.

“Jadi bukan dalam semalam mimpi terus besoknya nyalon. Ini butuh proses panjang. Kalau sampai pilahan saya salah, saya juga ikut bertanggung jawab. Beliau saya lihat krenteke ati, cocoke ati sama dengan saya. Ini kaitanya dengan karakter beliau. Saya kenal beliau ini tahun 2008. Dan beliau ini track recordnya bagus,” kata Nunik sapaan akrabnya saat kampaye di Lapangan Hadimulyo Barat, Jumat (9/3).

Ia menceritakan, ketika diajak menjadi Cawagub, ia mengajukan 3 syarat atau pertanyaan kepada Arinal Djunaidi. Pertama, yakni alasan mau nyalo Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung.

“Itu pertanyaan pertama saya ke beliau. Jangan sampai nyalon gubernur hanya untuk rebutan kekuasaan. Jawaban beliau “Mbak Nunik umur kita siapa yang tahu, kita punya kemampuan. Saya ingin masyarakat Lampung lebih sejahtera lagi,” ucapnya.

Pertanyaan kedua, lanjut dia, apa yang akan diperjuangkan dan siapa yang akan diperjuangkan ketika terpilih menjadi Gubernur nantinya.

“Jawaban beliau yang akan saya perjuangkan adalah petani, nelayan dan seluruh elemen yang perlu di pertahankan. Jadi kami berdua akan memperjuangkan petani di Lampung Timur. Saya tahu rasanya jadi petani. Karena saya memang anak petani,” paparnya.

Terakhir, kata dia, ketika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung pihaknya meminta APBD Provinsi khusus untuk pemberdayaan perempuan.

“Karena saya ingin mengajak kaum perempuan untuk berjuang. Makanya saya minta nanti dalam APBD Provinsi dianggarkan dana untuk pemberdayaan perempua. Dan beliau menyanggupi,” katanya.

“Jadi menang bukan sekedar menang. Tapi untuk memperjuangkan rakyat Lampung. Kami mempunyai niat yang baik dan tulus untuk mensejahterakan masyarakat Lampung,” paparnya.

Pihaknya juga mengajak masyarakat Kota Metro untuk tidak malu menjadi petani. Sebab, meskipun menjadi anak petani jika mau berusaha bukan tidak mungkin akan sukses.

“Kata siapa anak petani tidak boleh bermimpi. Tidak boleh mempunyai pendidikan yang tinggi. Saya ini juga anak petani, lahir di Waway Karya Kabupaten Lampung Timur. Alhamdulillah saya bisa bisa mengeyam pendidikan yang tinggi. Dan menjadi anggota DPR RI 2 periode. Kemudian menjadi Bupati perempuan pertama di Lampung,” tutupnya. (Medi)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY