Jadi Pemeran Kades ,Deni Kejar Kesuksesan Bersama Campro

0
199
( foto Istimewa)

Bandar Lampung(PBO)- Life is a struggle (hidup adalah perjuangan), kata kunci yang terucap dari mulut cowok berzodiac Sagitarius ini.

Terlahir dari rahim Ibu Syamsuna, SH., pada 09 Desember 1997 lalu, dan Ayah bernama Herwan Mega, SE., Deny Sanjaya Irawan merupakan Putra ketiga dari Empat bersaudara yang memiliki hobby memelihara ayam bangkok dan bermain bola.

Ia mengenal dunia pendidikan agama saat sekolah di Taman Kanak – kanak TK Aisyiyah dan Madrasah Ibtidahiyah Negeri 1 Kotabumi Lampung Utara. Dilanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah Negeri 1, sampai duduk di bangku Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Kotabumi. Dan sekarang berstatus mahasiswa di Fakultas Pertanian Universitas Lampung, semerter V, Jurusan Tekhnik Pertanian.

Dengan tinggi 158 Cm, Pria berwajah oval itu pernah meraih beberapa prestasi mengikuti model dengan predikat The Best of The Best di Kotabumi dan Jakarta, dan mendapat gelar Pria Idola di panggung model anak Bandar Lampung.

Selain itu, Deni yang akrab dengan sebutan ‘Codet’ karena tanda lahir diwajahnya, juga pernah mendapat Juara I Karya Ilmiah Remaja, Olimpiade Biologi dengan nilai Sepuluh besar, dan mengikuti Lomba Seni Beladiri Tingkat Pelajar.

Sementara untuk riwayat organisasi, Ia bertanggungjawab menjadi Koordinator Tandu Darurat dan Koordinator Sains Club. Sampai menjabat sebagai Ketua MPK ( Majelis Permusyawaratan Kelas), dan Ketua Umum IKAM Lampura Distrik Unila saat ini.

Dengan berbagai pengalaman yang ada, tidak membuat Pria berdarah Sungkai ini berbusung dada dan berhenti berkarya.
“Motivasi dalam hidup saya ialah selalu mencari pengalaman, menambah wawasan serta pergaulan yang positif kedepannya, dan selalu berusaha mengembangkan bakat yang ada dalam diri,” jelasnya.
Untuk urusan asmara, cowok Cool berkulit kuning ini mengaku nervous tiap kali berdekatan dengan wanita.
“Kalau boleh jujur, untuk pengalaman berpacaran, saya belum ada,” ketusnya.
Tapi, sejak bergabung di CamProductions (CamPro) Lampung yang berbasis akting didunia perfilman ini, dirinya sempat berandai – andai menjadi sosok Arjuna yang bisa mengait wanita dengan panah asmara.

“Ya, sempat terpikir oleh saya untuk menjadi sosok Arjuna di dunia akting ini. Tapi, berhubung mengikuti arahan dan instruksi Sutradara yang menunjuk saya untuk memerankan tokoh Pak Tara sebagai Kepala Desa, ya saya ikut aja,” ungkapnya.

“Awalnya saya sempat kaget, kenapa harus saya yang menjadi peran tersebut. Tapi inilah dunia akting dalam perfilman. Suka tidak suka, siap, mau atau tidaknya, kita dituntut harus menerima dan berusaha untuk menjelma menjadi siapa saja. Meskipun peran itu bukan watak dan pribadi kita sebenarnya, karena ini dunia kita,” lanjutnya.

“Saya ucapkan banyak terimakasih kepada Crew dan semua teman talent yang tergabung di CamPro, bersama kalian saya banyak belajar, dengan kalian saya merasa senang. Apapun dan bagaimanapun pekerjaan kita nanti. Jadikan pelajaran dan pengalaman di CamPro ini sebagai bekal kita menuju masa depan yang lebih baik lagi,” ucapnya.

Dalam kamus hidup yang saya dapat, selain belajar kita senantiasa harus terus berusaha yang disertai dengan doa. Hidup ini keras kawan, yang lemah selalu kalah, yang bodoh akan tertindas, dan yang setengah hati akan menemukan kegagalan. Semangat dan terus belajar, karena hidup adalah ‘Perjuangan’ (life is a strugle),” pungkasnya. (Ekli)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY