Inilah Cerita Pengakuan Kakam Payungmakmur DD Untuk Beli Mobil ?

0
632
Foto Inspektorat Lamteng Saat memeriksa Sejumlah Tokoh Agama Payung Makmur. ( Foto Doc Pena).

LAMPUNG TENGAH ( PENA BERLIAN ONLINE)- Dugaan korupsi Dana Desa ( DD) dan Alokasi Dana Desa ( ADD), Kampung Payung Makmur, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampungtengah, Tahun Anggaran ( TA) 2017-2018) oleh oknum Kakam setempat, Zimamul Wafa semakin kuat. Ratusan juta DD dan ADD diduga dikorupsi untuk keperluan pribadi guna memperkaya diri.

Pasalnya berdasarkan keterangan salah satu Warga Kampung setempat, Suparno, oknum Kepala Kampung, Zimamul Wafa, pernah mengakui, DD dan ADD untuk pembelian mobil, motor, beli tarup dan tanah serta aset lainnya.

“Saya pernah mendapat pengakuan dari salah satu orang dekat Kepala Kampung Payung Makmur, Zimamul Wafa. Dia mengatakan, Zimam pernah mengakui jika Dana Desa dibelikan sejumlah aset seperti, mobil, motor, tarup, tanah serta aset lainnya,”ujar Suparno saat dikonfirmasi melalui via telpon pada  Sabtu ( 4/5/2019).

Menurut Suparno, orang dekat kepala kampung setempat pernah mengingatkan kepala kampung jika tindakan yang dilakukan oleh kepala kampung terlalu mennyolok. Lalu masih kata Suparno, menurut pengakuan dari orang terdekat kepala kampung, pembelian sejumlah aset itu, diakui oleh kepala kampung dikarenakan dituntut keadaan.

“Ya bagaimana lagi semua itu karena dituntut keadaan,” kata Zimam, yang ditirukan oleh Suparno.

Suparno juga mengatakan, Kepala kampungnya pernah  mengaku jika dirinya dibuat pusing dan tidak bisa mengelak oleh anggaran Dana Desa untuk kegiatan keagamaan dan  honor Guru PAUD dan TK.

“Dia pernah ngaku jika untuk yang lain kepala kampung tidak pusing. Yang buat dia pusing penggunaan anggran untuk keagamaan dan guru PAUD dan TK,”kata Suparno.

Suparno juga mengatakan, jika dirinya beserta sejumlah masyarakat jika diperlukan siap memberikan kesaksian, atas dugaan korupsi dana desa yang ada di kampungnya. “Kami dengan masyarakat lainnya jika dibutuhkan siap menjadi saksi,”tegasnya.

Terpisah, berdasarkan pantuan kru media Pena Berlian Online, sejumlah tokoh agama mengakui jika dana keagamaan hannya menerima Rp1 juta  Tahun 2018. Sedangkan bantuan tersebut hannya diberikan kepada 12 jamaah selapanan, sehingga total anggran yang direalisasikan sejumlah Rp12 juta dari Rp36,5 juta. Sehingga diduga kuata anggaran tersebut dikorupsi sekitar Rp24 juta.

Sementara Itu, pihak Inspektorat Kabupaten Lampuntengah, melalui Irban II, Yasir mengatakan pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut.”Kami akan terus mendalami kasus tersebut dan akan secepatnya melaporkan kepada atasan kami,”tegas Yasir.

Berita Sebelumnyha :

Bantuan Dana Desa (DD),  Kampung Payung Makmur,  Kecamatan Pubian,  Kabupaten Lampungtengah,  Tahun 2018, sejumlah Rp1 Miliar lebih diduga dikorupsi.

Terungkapnya masalah tersebut berawal dari pengakuan dari sejumlah warga Kampung Payung Makmur,  kecamatan setempat mengatakan,  jika realisasi DD pada Tahun 2018 hususnya yang dialokasikan untuk bangunan pisik sangat mengecewakan.

Sejumlah narasumber  juga mengakatan,  pembangunan yang dilaksanakan pada Tahun 2018 diduga tidak berkualitas alias amburadol.

Seperti contohnya, pembangunan talud terkesan asal jadi. Bahkan upah borongan yang diterima oleh warga juga sangat murah, tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami menduga dana pembngunan talud yang dikelola langsung oleh kepala kampung dikorupsi.  Silahkan bapak lihat langsung pembngunan yang ada,  mulai dari adukan semen, pasangan batu serta volume bangunan juga tidak sesuai, “ungkap salah satu warga yang enggan ditulis namanya.

Pekerjaan Talud Tahun 2018, Kampung Payung Makmur Diduga tidak sesuai Aturan ( Foto Doc Pena Berlian).

Terpisah,  kru redaksi media ini melakukan pantauan langsung kelokasi bangunan yang ada di kampung setempat.

Nampak jelas, pembngunan talud hannya  dipasang batu berdiri dan diantara susunan batu berdiri serta dasaran dudukan batu tidak ada adukan semen 1:4 dan hal ini terlihat secara fisual mata.

Selain itu,  berdasarkan hasil pantauan juga,  pihak pekerja bangunan hannya  memasang adukan semen bagian muka.

“Dan tentu saja walaupun ditutupi pada bagian muka talud pasangan agar terlihat pura-pura  pakai adukan , maka konstruksi talud tersebut tidak akan kuat dan mudah ambrol kena pada bagian tengah pasangan talud terlihat tidak ada adukan semen dan pasir,”ujar salah satu warga yang memgaku mennyaksikan langsung proses selama pembangunan.

Parahnya lagi,  masih kata narasumber,  bannyak pasangan adukan batu  hannya menggunakan tanah. “Bannyak pasangan batu agar cepat selesai diisi dengan tanah,  bukan menggunakan adukan semen, “ungkapnya.

Terpisah,  Kepala Kampung Payung Makmur,  Zimamul Wafa saat dikasih tau jika bannyak warga yang mengeluhkan pembngunan talud yang tidak sesuai dengan peraturan namun justru dirinya tidak ada upaya untuk memperbaiki kesalahan tersebut.

“Pekerjaan sudah sesuai dengan aturan, dan tidak akan dibongkar,”ungkapnya.

Dana Desa Diduga Untuk Memperkaya Oknum Kepala Kampung

Sejumlah masyarakat tuding bantuan Dana Desa, Kampung Payung Makmur,  Kecamatan Pubian,  Kabupaten Lampungtengah, disalah gunakan yaitu untuk memperkaya diri oleh kepala kampung setempat,  Zimamul Wafa.

Foto Warga saat dimintai keterangan oleh pihak Inspektorat terkait pengaduan dugaan korupsi dana Desa Kampung Payung Makmur Tahun 2018. ( Foto doc Pena Berlian).

Pasalnya,  dana desa yang seharusnya secara aturan dikelola secara swakelola oleh Tim Pengelola TKegiatan (TPK),  Namun pekerjaan tersebut dikelola langsung oleh Kepala Kampung,  Zimamul Waffa.  Meski melibatkan sejumlah pamong masih kata mereka itu hannya sekedar formalitas.

“Dana Desa kampung kami dikelola langsung oleh kepala kampung kami.  Masyarakat serta aparat kampung tidak tau berapa jumlah anggaran dan dibelanjakan untuk apa saja,”ungkap salah satu warga yang ditemui secara terpisah beberapa waktu lalu.

Narasumber yang minta dirahasiakan idetitasnya membeberkan,  selama kepala kampung menjabat,  harta kekayaannya meningkat draktis.

“Contohnya saja pada tahun 2017 lalu,  dalam satu tahun kepala kampung kami membeli aset,  berupa mobil,  tanah perkebunan,  sawah dan peladangan bernilai ratusan juta. Padahal kami tau lurah kami tidak ada penghasilan yang bisa menghasilkan pertahun puluhan juta.  Kok ini bisa ratusan juta,  uang dari mana, “ungkap narasumber.

Ditemui secara terpisah juga,  halsenada dikatakan oleh salah satu tokoh masyarakat kampung setempat.  Dia menceritakan sudah menjadi rahasia umum jika kepala kampung  mereka  dikenal sangat berani dengan urusan dana bantuan yang bersumber dari uang rakyat.

“Enggak heran lagilah kalau masalah dana bantuan, semua dikelola oleh kepala kampung serta keluarganya.  Jadi wajar saja jika setiap tahun dia punnya uang bannyak, karena hampir semua proyek atau bantuan tidak beres.  Tahun 2018 saja,  dia beli tanah dan sawah senilai  ratusan juta, belum lagi yang lainnya seperti pembuatan sewa tarup yang bisa menghabiskan puluhan juta.  Bahkan sekarang kami cuma bisa diam  karena jika kami protes juga percuma kami bisa dikucilkan. Pak lurah sekarang semakin menjadi-jadi dan sanggup terang-terangan serta arogan kepada warga dan bawahaannya, jika mengusik bisa dipecat, karena mungkin dia merasa di bekingin oleh oknum anggota dewan, “keluh nara sumber.

Lebih jauh narasumber juga menceritakan,  meski dalam RAB kampung ada anggaran untuk pemberdayaan serta pembinaan mencapai ratusan juta setiap tahunnya, namun  dia mengaku dikampungnya tidak pernah ada pembinaan.

“Selama ini kami selaku masyarakat tidak pernah ada pembinaan dari kampung.  Terus anggaran untuk pembinaan ratusan juta itu untuk apa,”kata narasumber.

Selain itu, narasumber juga menceritakan sepak terjang keluarga kepala kampungnya. Bukan hannya urusan kepemerintahan saja,  bidang keagamaan menurut narasumber, keluarga kepala kampung dibilang ingin selalu menguasai.  Bahkan kata dia dari jaman ayahnya masih hidup masjid induk dimonopoli oleh keluarga kepala kampung.

“Jangankan urusan pemerintah, masjid induk saja yang dibuat oleh desa dimonopoli.  Jamaah masjid sudah puluhan tahun tidak tau pendapatan uang amal,  dan sumbungan dari warga untuk pembngunan masjid untuk apa.  Sebab tidak pernah diumumkan saat jumatan seperti daerah lain.  Parahnya lagi untuk pennyembelihan korban saja setiap tahun  yang menikmati keluarga besar pak lurah seharusnya dibagikan untuk kaum fakir miskin, apa lagi urusan dana desa, yah kami pasrah saja, diingetin juga percuma, beraninya ada di dia, pintarnya juga ada di dia semua, seolah-olah dia kebal hukum,”beber narasumber.

Narasumber juga mengatakan, jika beberapa waktu lalu kepada kampungnya pernah mendapat masalah, namun kata dia kepala Kampung Payung Makmur terbilang lihai agar terlepas dari jeratan hukum.

Kakam Pyung Makmur, Zimamul Wafa, diduga Korupsi Dana Desa 2018 ( Foto Doc Pena ).

“Setau saya dulu dia pernah tersandung masalah, namun pak kakam terbilang lihai agar terhindar dari jeratan hukum. Ada salah satu LSM yang menangani kasus tersebut dijebak dengan uang dan ahirnya ditangkap. Uang Rp10 juta untuk menjebak LSM tersebut kabarnya dari pinjam uang karang taruna, dan hingga kini uang tersebut tidak jelas,”imbuhnya.

Terpisah,  Kepala Kampung Payung Makmur,  Zimamul Waffa,  saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu,  mengelak jika dana desa disalah gunakan.  Dia mengatakan jika dana desa sudah direalisasikan sesuai aturan.

“Itu tidk benar,  bantuan dana desa sudah dikerjakan sesuai dengan aturan, “elak Kepla Kampung Zimam.(Kurniawan/ Yono/ Braham)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY