Ery Setyanegara : Berita Oknum Dinas BM dan Kajati Lampung Tidak Benar Alias Fitnah

0
528
Dr. Ery Setyanegara, SH.MH,.MM. ( Foto Istimewa).

Bandar Lampung ( Pena Berlian Online)- Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Indonesia Setyanegara, yang juga selaku pengamat hukum journalis dan Ciber IT, Dr. Ery Setyanegara, SH.MH,.MM, soroti pemberitaan yang berjudul “Oknum Pejabat Tinggi Dinas Bina Marga dan  Kejati Lampung Diduga Terlibat Dalam Mafia Proyek Lampungtengah” di salah satu media online lokal.

Menurut Ery Setyanegara, berita tersebut tidak benar dan  fitnah. Pasalnya masih kata dia, pemberitaan tersebut diduga telah melanggar Kode Etik Journalistik ( KEJ). Pasalnya kata Ery Setyanegara, untuk memuat berita itu harus memuat sumber berita, saksi peristiwa dan data-data yang cukup untuk menguatkan pemberitaan, bukan berdasarkan asumsi sendiri dari seorang journalis.

“Kode etik wartawan online itu harus memuat sumber berita,saksi peristiwa dan data-data yang cukup yang menguatkan pemberitaan bukan berdasarkan asumsi sendiri dari seorang jurnalis. Itu yang ahirnya bisa masuk wilayah pencemaran nama baik, baik institusi kejaksaan maupun kalau dimunculkan orang nya,”tegas  Ery Setyanegara, pada Senin ( 29/4/2019) malam.

Ery panggilan akrab Ery Setyanegara mengatakan, pihaknya minta kepada wartawan yang memuat berita tersebut agar dapat meluruskan agar kelak tidak beranggapan journalis menjadi korban kriminalisasi wartawan karena akibat kelaliannya.

“Saya minta kepada pihak media yang merasa memberitakan berita bohong tersebut agar secepatnya meluruskan pemberitaan tersebut. Agar jika terjadi langkah hukum yang akan dilakukan oleh pihak kami, sehingga wartawan tersebut jangan merasa dikriminalisasikan akibat kelalaiannya. Saya inikan dikenal salah satu tokoh pengacara pembela journalis, saya juga pernah membela salah satu journalis yang dikriminalisasikan yakni, M.Yusuf wartawan dari Kota Baru, Kalimantan Selatan,”tegas Ery.

Terpisah, pada beberapa waktu lalu salah satu media online, Penalampungnews.com, telah memberitakan bahwa, proyek – proyek pada pembangunan Kabupaten Lampung tengah saat ini menuai ketidak adilan yang di rasakan oleh sebagian besar putra daerah asli Kabupaten tersebut. Mereka menilai ada keterlibatan pejabat tinggi Lampung pada dinas Bina Marga dan Kejaksaan tinggi Provinsi Lampung.

Pasalnya, mereka mencium aroma tidak sedap dalam pembagian paket ataupun lelang proyek yang di lakukan Kabupaten Lampung Tengah itu. Mereka merasakan ada permainan antara para Pejabat-pejabat tinggi dan juga sudah mengetahui keterlibatan oknum pejabat provinsi Lampung yang mengatur pergerakan proyek pembangunan Kabupaten yang sebelumnya di pimpin oleh mustofa.

Salah satu putra daerah kabupaten Lampung tengah yang tidak mau di sebutkan namanya mengatakan,”saya dan kawan-kawan saat ini sudah mengantongi nama – nama siapa saja yang terlibat dalam mafia proyek pejabat tinggi Lampung, saat ini kami sedang melakukan penelusuran, mereka adalah pejabat tinggi dinas Bina Marga Provinsi dan Kejaksaan tinggi Lampung dengan mengatur pembagian proyek pembangunan Kabupaten kami,”jelasnya, pada Jum’at (25/04/2019).

Putra daerah kabupaten Lampung tengah sudah mengetahui dua nama pejabat tinggi provinsi Lampung yang di duga telah ikut bermain dalam pembagian proyek, kedua pejabat tinggi Lampung itu juga bisa menentukan siapa saja rekanan yang bisa mendapatkan proyek di Lampung Tengah.

Masih di katakan nya,”apa fungsi mereka itu sehingga dapat mengatur proyek dan bisa melakukan pergeseran terhadap bagi siapa – siapa calon penerima paket proyek pembangunan Kabupaten Lampung Tengah, kami tidak terima dengan semua ini, informasi yang kami dapat mereka itu adalah LI dan TY, dan kami akan berusaha menelusuri lagi dan memastikan mereka terlibat dalam proses lelang proyek, dan jika terbukti maka kami akan melakukan tindakan yang sesuai prosedur hukum,”tambahnya

Putra daerah kabupaten Lampung tengah pernah mengalami kekecewaan dalam pembagian proyek, sedangkan mereka sudah mengikuti aturan main yang sudah ada.

Lebih lanjut dia menceritakan,”Kami pernah memenangkan tender proyek dengan cara pengajuan sesuai aturan yang di miliki Kabupaten Lampung Tengah melalui LPSE, namun sangat aneh jika semua paket – paket yang kami menangkan itu tiba-tiba bergeser kepada pemborong lain, sedangkan kami sudah mengikuti prosedur dan cara main mereka,”tutupnya

Sementara itu, oknum pejabat Bina Marga Provinsi Lampung yang berinisial LI saat di wawancarai melalui nomor pribadinya, Sabtu (27/04/2019) dirinya tidak mau di konfirmasi oleh wartawan.

,”saya gak mau di konfirmasi – konfirmasi,”jawabnya terhadap wartawan dengan nada cetus

Bukan hanya itu, saat di konfirmasi melalui pesan singkat WA, hanya di buka saja dan WA wartawan langsung di Block oleh oknum dinas Bina Marga.

Sedangkan, oknum pejabat Kejaksaan tinggi Bandar Lampung, saat ingin di konfirmasi melalui nomor telepon pribadinya, Sabtu (27/04/2019) terkait sejauh mana keterlibatan dirinya dalam pembagian proyek yang di keluhkan putra daerah asli Lampung tengah berkali-kali di hubungi tidak aktif.(Yahya/Albas)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY