Episode 5 : Diduga Korupsi DAK Disdik Lampura, Libatkan Kasi Dikdas ‘DRH’

0
263
Kantor Dinas Pendidikan Lampung Utara. (Foto : Salman).

LAMPUNG UTARA (PENA BERLIAN ONLINE)– Dugaan kasus korupsi pada Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Lampung Utara ( Lampura), senilai Rp16,4 Miliar tahun 2017, juga diduga kuat melibatkan Kasi Pembinaan Sekolah Dasar ( Dikdas) dan Sekolah Luar Biasa , disdik kabupaten setempat yakni (DRH).

Sejumlah kepala sekolah yang enggan ditulis namanya mennyebut-nyebut juga jika, Kasi Pembinaan Sekolah Dasar dan Sekolah Luar Biasa, disdik setempat, DRH adalah salah satu oknum pejabat yang diduga kuat menerima setoran atau pungutan liar (pungli) kepada kepala sekolah penerima bantuan DAK Tahun 2017 lalu.

“Selain pak OK kami juga mennyerahkan setoran bantuan DAK kepada DRH. Beliau saat ini menjabat sebagai Kasi Pembinaan Sekolah Dasar dan Sekolah Luar Biasa, disdikbud Lampung Utara,”beber salah satu narasumber yang ditemui secara terpisah.

Terpisah, seperti kita ketahui pada beberapa berita sebelumnya, Oknum Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Lampung Utara ( Lampura), OK, akui telah menerima setoran Dana Alokasi Khusus ( DAK), Tahun 2017, sebesar 12-15 persen dari nilai proyek yang diterima oleh sejumlah kepala sekolah.

Terungkapnya kasus tersebut berawal saat, Kasi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Lampung Utara ( Lampura), OK dimintai tanggapan oleh sejumlah awak media. OK mengaku kejadian tersebut benar pihaknya telah menerima setoran dari sejumlah kepala sekolah sejumlah 12-15 persen dari nilai proyek.

“Memang benar mas ada setoran segitu, tapikan saya ini namanya  bawahan mas, tapi saya inikan punnya atasan,” Aku OK kepada awak media belum lama ini.

Terpisah, halsenada juga diakui oleh sejumlah kepala sekolah penerima bantuan DAK yang minta dirahasiakan identitasny. Merka mengaku dimintai setoran oleh OK sejumlah 12-15 persen dari nilai proyek. “Maaf dek tapi jangan bilang-bilang dari saya, memang betul jika semua kepala sekolah penerima bantuan harus setor sejumlah 12-15 persen dari nilai proyek yang kami terima,”ujar salah satu kepala  sekolah penerima bantuan DAK.(Tim).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY