Episode 1 : Bongkar Dugaan Pungli Bantuan PKH Kecamatan Pubian

0
659
Ilustrasi Saber Pungli.

Pubian-Lamteng ( Pena Berlian Online) – Program Keluarga Harapan (PKH), Kecamatan Pubian, Kabupaten, Lampung Tengah, Tahun 2016/2017 diduga kuat untuk ajang Pungutan Liar (pungli).

Terungkapnya kasus tersebut berawal dari pengakuan sejumlah masyarakat yang ada disejumlah kampung yang ada di Kecamatan Pubian, kabupaten setempat.

Menurut sejumlah narasumber yang minta dirahasiakan idetitasnya mengatakan, modus yang dilakukan oleh para oknum Pendamping PKH yang diduga kuat melakukan pungutan liar (Pungli) yakni, dengan cara mengumpulkan masyarakat ditempat masing-masing Ketua Kelompok PKH sebelum dana tersebut dicairkan.

“Kami sebelumnya dikumpulkan oleh Pendamping PKH, inisial (LL),  dikediaman Ketua Kelompok PKH. LL meminta setelah dana cair agar setor kepada dia,”ungkap salah satu narasumber saat dikonfirmasi secara terpisah, Jum’at (15/12/2017).

Narasumber juga megaku, sebelum bantuan PKH dicairkan, mereka diminta untuk mengumpulkan ATM kepada LL. Lalu masih kata narasumber, setelah bantuan PKH cair oknum tersebut langsung memotong dengan jumlah yang berpariasi.

“Untuk pemotongan dana bantuan oleh LL berpariasi, antara Rp100-250 ribu. Kami tak kuasa menolaknya, karena jika protes kami akan diancam dicoret dari daftar bantuan PKH,”keluh narasumber.

Ditemui terpisah pula, salah satu narasumber yang ada disalah satu kampung, yang ada di Kecamatan Pubian, mengaku jika tahun 2017 ini namanya telah di coret dari daftar bantuan PKH. Pasalnya kata narasumber, dirinya pernah protes kepada pihak pendamping desa karena besarnya potongan yang diterima.

“Tahun ini saya tidak dapat bantuan PKH, karena waktu rapat saya sempat protes besarnya potongan bantuan yang saya terima.Padahal saya ini orang miskin untuk makan saja saya susah,”ungkapnya.

Narasumber juga mengaku waktu dulu dirinya masih menerima bantuan di potong oleh pihak pendaping setiap pencairan mancapai Rp250 ribu dari Rp500 ribu.

“Bantuan PKH punnya saya dulu di potong Rp250 ribu setiap pencairan. Setiap pencairan dana bantuan yang seharusnya kami terima Rp500 ribu. Itupun pencairannya bukan kami langsung, melainkan oleh LL,”pungkasnya. (Tim).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY