Dua Tahun Dermawan Mengabdi Komitmen Mewujudkan Astha Cita

0
111

GEDONGTATAAN ( Pena Berlian Online)-– Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona dan Eriawan (Dermawan) menggelar ekspose 2 tahun kepemimpinan dan hasil pembangunan serta capaian kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Pesawaran bersama insan pers dengan mengangkat tema  “2 Tahun Dermawan Mengabdi Dalam Proses Mewujudkan Astha Cita” yang dilaksanan di Villa Gardenia, Kecamatan Teluk Pandan, Rabu (14/02).

Tepat pada 17 Februari 2018, duet kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona bersama Eriawan ( Dermawan) genap berusia dua tahun. “Asta Cita” atau 8 misi Dermawan merupakan keyword penting dalam menjalankan roda pemerintahan serta dalam menentukan arah kebijakan di Kabupaten Pesawaran.

Dalam kurun dua tahun mengabdi dan melayani masyarakat Pesawaran, Dermawan mampu menurunkan angka kemiskinan. Dimana dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat kemiskinan mencapai 17,31 persen dan dimasa kepemimpinan Dendi dan Eriawan mengalami penurunan sebesar 0,3 persen.

“Menurunkan 0,3 persen membutuhkan upaya dan anggaran yang cukup signifikan. Kami hampir mengalami kebuntuan, namun kita patut bersyukur angka kemiskinan menurun 0.3 persen dan itu sumbernya dari BPS,” ungkap Dendi saat menyampaikan capaian dua tahun Dermawan mengabdi di aula pertemuan Villa Gardenia, kemarin.

Dikatakan, pada misi pertama yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih serta melayani. Salah satu pencapaian yang signifikan sejak Pesawaran berdiri sekitar 2007 silam, baru diera Dermawan mendapat predikat opini WTP dalam hal pengelolaan keuangan.

“Namun masih ada beberapa faslitas yang perlu kita tingkatkan di setiap OPD. Termasuk peningkatan kualitas SDM,” jelasnya.

Dengan diraihnya WTP,  Dana Insentif Daerah (DID)  yang diperoleh  Pemkab Pesawaran mencapai Rp. 34 miliar.  Dimana dana tersebut rencananya akan digunakan sebagian besar untuk peningkatan infrastruktur jalan dan jembatan, serta bidang pendidikan dan bidang lainnya.

“Itu mayoritas DID akan kita gunakan untuk peningkatan infrastruktur, baik jalan jembatan dan lainnya,” ucapnya.

Masuk ke misi II, lanjut Dendi, mewujudkan infrastruktur yang mantap dan berkualitas bukan hanya berkutat di jalan dan jembatan saja. Dimana pada 2016 panjang ruas jalan kabupaten mencapai 782 Km kondisi mantap mencapai 68 persen. Lalu pada 2017 panjang ruas jalan kabupaten bertambah 84 km sehingga panjang jalan total sebsar 900 km lebih yang menjadi kewenangan kabupaten. Dan kondisi jalan mantap selama dua tahun Dermawan mencapai 80 persen.

“Saya bersama Eriawan ketika masuk untuk jembatan, masih banyak yang dibangun abudmen saja, sehingga menjadi pekerjaan rumah. Sehingga tahun ini akan kita selesaikan semua, karena jalan dan jembatan menjadi urat nadinya masyarakat pesawaran. Bahkan 80 miliar lebih kerugian akibat banjir bandang lalu di 9 kecamatan. Maka langkah awal kita lakukan di  31 DAS harus dinormalisasi agar tidak menyebabkan banjir lagi,” jelasnya.

Kemudian diproyeksi pada 2918 untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Sidototo, Kebagusan Gedongtataan mudah-mudahan akan segera terwujud. Dan bagian belakang akan dibangun stadion terbuka dan tertutup.

” Insya Allah indoornya (Stadion,Red) akan mulai dibangun pada tahun ini juga atau untuk gelanggangnya,” ujarnya.

Selanjutnya, memasuki misi ke III mewejudkan masyarakat yang sehat jasmani. Dimana pemerintah setempat masih terus akan meningkatkan fasilitas RSUD Pesawaran. Bahkan, izin operasional RSUD Pesawaran baru keluar di era Dermawan pada 2016 lalu. Dimana pada 2018  anggaran sebesar Rp. 30 miliar bantuan pemerintah pusat akan dialokasikan untuk menyelesaikan pembangunan RSUD yang secara total masih membutuhkan sekitar Rp. 80 miliar.

“Misi saya selanjutnya dari 11 kecamatan harus ada puskesmas rawat inap. Dan tinggal beberapa wilayah lagi yang belum dibangun puskesmas rawat inap. Nah, tujuan dibangun puskesmas rawat inap untuk memudahkan akses masyarakat dalam pelayanan kesehatan. Dan alhamdulillah tahun ini puskesmas rawat inap di seluruh kecamatan segera kelar. Termasuk program inovasi satu-satunya di Provinsi Lampung yakni memberikan bantuan dana pendamping bagi warga yang menderita penyakit spesifik seperti kanker dan tumor yang akan dirujuk baik ke rumah sakit type B maupun type A di pemerintah pusat,” paparnya.

Masuk ke misi ke IV, lanjut politisi Demokrat ini, adalah mewujudkan pendidikan yang terjangkau dan berkualitas dengan meningkatkan sarana prasarana dibidang pendidikan. Kemudian memberikan bantuan bea siswa kepada siswa kurang mampu dan berprestasi melalui program bina murid.

“Untuk membantu siswa yang kurang mampu dan berprestasi kita berikan bantuan bina murid di 2017 sebanyak 660 siswa SD dan 560 siswa SMP,” ujarnya.

Sedangkan dibidang pertanian yag masuk dalam misi VI terus berakselerasi. Salah satunya 390 hektar cetak sawah sudah dilaksanakan di Kecamatan Way Lima dan Kedondong yang sudah diresmikan oleh kementerian. Pembangunan embung, sumur bor, pemberian bantuan benih, bibit, alsintan dan bantuan lainnya.

“Bantuan pusat alsintan harus selektif, kita tidak ingin bantuan alsintan menjadi milik pribadi. Melainkan bantuan tersebut untuk kelompok yang dibutuhkan oleh seluruh petani yang tergabung dalam kelompok tani,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat pemerintah daerah Pesawaran akan membangun horti park untuk pengembangan edukasi dibidang pertanian dan perkebunan serta dapat dijadikan destinasi wisata baru bagi masyarakat yang rencananya akan dibangun di Desa Negerisakti, Gedongtataan.

Lebih jauh Putra Anggota Komisi II DPR RI Zulkifli Anwar ini menambahkan pada misi VII dalam bidang  pencapain terbesar dikepemimpinan Dermawan bersama KONI yang dinahkodai M. Nasir pada 2017 berhasil over target dalam Pekan olah raga provinsi (Porprov) dari target 5 besar meraih juara 2 dari 15 kabupaten kota se-Provinsi Lampung.

” Sedangkan dalam upaya wewujudkan desa tangguh dan mandiri yang masuk dalam misi 8, kami memberikan program gerakan desa ikut sejahtera (Gadis). Dan di 2017 sudah kita kucurkan 44 desa masing-masing Rp100 juta dan 2018 ini dengan jumlah desa dan anggaran yang sama,” pungkasnya. (Adv)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY