Dua Kali Polda Lampung Batalkan Undang Media Agenda Rekonstruksi Ulang Kasus Penembakan

0
956
Rasmen Kadafi, SH,MH.(Foto Doc).
BANDAR LAMPUNG (PBO) – Untuk kali keduanya Polda Lampung membatalkan undangan peliputan media yang sudah di agendakan pada hari Sabtu 13 Mei 2017 pukul 11.00 WIB, dengan agenda rekonstruksi ulang oleh Propam Polda Lampung terkait tewasnya 3 terduga bandar narkoba, yang berlokasi di Jalan Cendana 1, Gang Durian 16, RT 21, Jati Agung, Lampung Selatan.
Sebelumnya, Polda Lampung juga pernah membatalkan Ekspos Narkoba Oleh Dir Narkoba Polda Lampung terkait tewasnya 3 terduga bandar narkoba pada 11 Mei 2017 pukul 19.00 wib.
Informasi akan digelar olah TKP ulang oleh Propam Polda Lampung di terima keluarga melalui Babinkamtibmas yang datang ke kediaman keluarga Alm. Afrizal, mengatakan bahwa akan ada olah TKP ulang oleh Propam Polda Lampung.
“Jam 10.40 WIB Babinkantibmas dateng, ngasih tau kalo propam mau olah TKP,” terang Hengki keluarga Alm. Afrizal, Sabtu (13 Mei 2017).
Hengki  mengaku kecewa karena pembatalan olah TKP itu. Padahal, kata Hengki, keluarga besar sudah menunggu sejak pukul 11.00 WIB.
Pembatalan baru diketahui pukul 16.15 WIB setelah pihak keluarga diwakili Resmen Khadafi menghubungi Gugun Babinkantibmas Jati Agung.
“Saya telpon Babinkamtibmas untuk menanyakan jadi atau tidaknya olah TKP, tetapi Bhabinkamtibmas mengatakan batal digelar karena ada perintah lain,” ujar Khadafi di kediaman rumah paman Aprizal.
Info yang didapatkan mereka tim olah TKP dari Propam Polda Lampung beberapa jam sebelumnya sempat mendatangi TKP, namun entah mengapa tim tersebut tidak juga sampai ke rumah paman  Aprizal .
Terpisah, berita sebelumnya, Resmen Khadafi merilis berita penembakan tersangka narkoba. Paman salah seorang korban penembakan, Rido Aures, menilai Kapolda Lampung Irjen Pol Sudjarno telah menebarkan berita bohong terkait kronologis kematian tiga terduga bandar narkoba oleh Subdit II Dirnarkoba Polda Lampung, Jl. Cendana 1, Gang Durian, Jatimulyo, Lampung Selatan, selasa (9/5/2017) lalu.
“Keterangan Kapolda itu bohong, dia harus bertanggung jawab berikut dengan oknum anggotanya yang telah menembak mati para terduga narkoba ini,”ujar kadafi berapi-api saat menunggu kepulangan jenazah keponakanya kepada Putri di RS Bhayangkara, Polda Lampung, Rabu (10/5/2017).
Sebelumnya, Kapolda Lampung Irjend Pol Sudjarno mengatakan tersangka Faisal, Ridho, serta Afrizal datang ke jasa ekspedisi Indah Cargo mengendarai mobil. Polisi yang yang sudah dua hari mengintai menyergap para tersangka yang akan menurunkan barang bukti. (rls)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY