Diduga Saksi Kunci Keuangan Mesuji, KPK Diminta Seret Adi Sukamto Dimeja Hijau

0
1564
Dua saksi jalani sidang perkara fee proyek Mesuji (Damiri/Antaralampung.com)

Mesuji ( Pena Berlian Online)- Dugaan Karut-marutnya prayek yang ada di Kabupaten Mesuji, yang telah mennyeret Bupati Non Aktif, Kahmami Karena terkena OTT oleh KPK, Sejumlah elemen masyarakat Kabupaten Mesuji, minta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK), agar  mennyeret mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD), Adi Sukamto.

Pasalnya menerut keterangan sujumlah narasumber saat dikonfirmasi secara terpisah, mengatakan, karut-marutnya proyek yang ada di Kabupaten Mesuji tidak terlepas dari campur tangan dari mantan Kepala BPKAD setempat, Adi Sukamto ketika dirinya  menjabat Kepala BPKAD dimasa kepemimpinan Khamamik.

Lebih parahnya lagi masih kata sejumlah narasumber kebijakan mantan Bupati Mesuji, Khamamik, mengeluarkan kebijakan Nota Dinas. Sehingga setiap pencairan atau penyerapan anggaran di lingkungan Pemerintah setempat, dinilai menghambat program kegiatan Pemerintah yang tentunya harus berlangsung, terlebih halnya program yang menjadi skala prioritas dalam membangun Kabupaten setempat.

Bukan itu saja berdasarkan data yang diperoleh, nota dinas itu juga berlaku pada pencairan dana yang telah di pos kan untuk Partai Politik, terganjal.

Meski Nota Dinas dianggap sejumlah kalangan diduga mennyalahi prosedur serta menghambat pembangunan namun kebijakan mantan bupati tersebut didukung penuh oleh mantan Kepala BPKAD Adi Sukamto.

Pasalnya seperti dilansir dari Media Lampungsai.com, Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten setempat, menyatakan nota dinas bupati merupakan bentuk koordinasi dan wujud kepatuhan kepada pimpinan (Bupati).

“Sebenarnya nota dinas bupati itu merupakan koordinasi antara SKPD dan bentuk kepatuhan kepada Bupati. Karena Bupati selaku pemegang kekuasaan pengelola keuangan daerah, ya itulah wujud kepatuhan koordinasi saya selaku kepala BPKAD dengan Pimpinan,”ungkap Kepala BPKAD Adi Sukamto, beberapa waktu lalu.

Berdasrkan keterangan Kepala BPKAD Adi Sukamto itulah masyarakat menilai adanya keterlibatan mantan Kepala BPKAD tersebut terkait kasus fee proyek yang menjerat mantan Bupati Mesuji, Khamamik.

“Pak Adi Sukamto pasti tau semua aliran dana saat pak Khammi menjabat sebagai bupati. Sebab semua pengeluaran kas daerah semua melalui dirinya,”ungkap salah satu tokoh Mesuji yang enggan ditulis namanya pada Selasa ( 16/4/2019).

Buktinya, kata narasumber saat Khamamik tertangkap OTT oleh KPK Kepala BPKAD Mesuji, Adi Sukamto juga ikut dipriksa oleh KPK. “Adi Sukamto waktu pak Khamamik ditangkap KPK dia juga ikut dipriksa oleh KPK. Sampai-sampai kabarnya dia jatuh sakit,”ujar narasumber.(team).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY