Bupati Pringsewu Terima Kunjungan Kerja Tim JICA

0
106
( foto istimewa)

PRINGSEWU (PBO)-Pemerintah Kabupaten Pringsewu kembali mendapat kunjungan dari tiga orang Tim JICA (Japan International Cooperation Agency) atau Badan Kerja Internasional Jepang dan Tim Kementerian Kesehatan RI.

Tim diterima Wakil Bupati Pringsewu H. Fauzi dan Ketua TP-PKK Hj.Nurrohmah, Wakil Ketua TP-PKK Hj.Rita Irviani didampingi Asisten I Zuhairi, Asisten II Junaidi Hasyim, Kadis Kesehatan Pringsewu Purhadi dan Sekdis Kesehatan Jarwo di Sekretariat Dekranasda, Rest Area Selamat Datang, Pekon Wates, Kecamatan Gadingrejo, Senin (15/1).

Ketiga orang tim JICA itu yakni ‎Tomoya Yoshida (JICA), Keiko Osaki (JICA) dan Akiko Hayashi (Konsultan JICA) serta Hary Papilaya (dari Kemenkes RI).

Setelah berdialog dengan Wabup Fauzi, dilanjutkan kunjungan ke UPT Puskesmas ‎Pringsewu, Posyandu Pringsewu Timur dan ke RS Mitra Husada Pringsewu.

Menurut dr. Harry Papilaya dari Kementerian RI, kunjungan ini untuk melihat tentang kondisi kesehatan ‎kususnya ibu dan anak. Serta survei Pelatihan Implementasi Buku KIA (TCTP) di Kabupaten Pringsewu.

Sementara itu Wabup Pringsewu Fauzi mengapresiasi kunjungan Tim JICA, Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. “Kami mengapresiasi semua pihak yang selama ini telah berpartisipasi dalam membangun Kabupaten Pringsewu, khususnya di bidang kesehatan,” ujarnya.

Fauzi menuturkan, pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Pringsewu ‎sudah mulai dilakukan sejak sebelum menikah. Hal itu adanya kerja sama antara Puskesmas dengan KUA (Kantor Urusan Agama) kecamatan yang menyelenggarakan kursus calon pengantin.

Di mana selain mereka mendapatkan pelayanan kesehatan, diperkenalkan juga Buku KIA untuk calon pengantin. Untuk ibu hamil ‎mendapatkan Pelayanan Pemeriksaan Kehamilan (ANC) terpadu di semua Puskesmas dengan skrining Hep B, HIV, AIDS, HB, pemeriksaan golongan darah untuk ibu hamil dan suami.

Serta pelaksanaan kelas Ibu yang di lakukan di beberapa Puskesmas dan RS. “Hal itu dalam rangka meningkatkan pelayanan di Puskesmas yang difasilitasi dengan puskesmas mampu poned atau mampu menerima persalinan,” jelas Fauzi.

Wabup Pringsewu memaparkan pelaksanaan Buku KIA, Kabupaten Pringsewu mendistribusikan Buku KIA hanya di Puskesmas dan jaringannya. Tetapi ke RSU dan RS Swasta yang melayani Kesehatan Ibu dan Anak, dokter spesialis kebidanan, spesialis anak, institusi pendidikan kesehatan.

Puskesmas Pringsewu mulai mencetak Buku KIA dengan inovasi tambahan di Buku KIA yaitu Kartu Poedji untuk mendeteksi Ibu Hamil Resiko Tinggi, Senam Ibu Hamil dan Senam Nifas.

Semoga kedepan Kabupaten Pringsewu akan mencetak Buku KIA dengan cover pejabat daerah dan Peraturan Bupati yang menunjang kegiatan pelaksanaan Buku KIA. “Juga menjadikan Buku KIA sebagai syarat untuk masuk TK/PAUD dan sebagai kado pernikahan untuk buah hatinya,” ungkapnya.

Wakil Bupati Pringsewu menambahkan, kendati Kabupaten Pringsewu merupakan daerah otonom sejak 2009. Namun mengalami perkembangan yang pesat di semua bidang, karena dukungan SDM yang berkompeten.

Memiliki sembilan kecamatan, 126 pekon, lima kelurahan, 13 Puskesmas dan enam yang sudah terakreditasi. Satu RSUD, tiga RS swasta, dua RS Ibu dan Anak, satu RS kusus bedah. Ada 356 Posyandu Balita, 65 kelas ibu hamil. “Untuk sasaran Ibu Hamil tercatat 7.678, sasaran Bayi ada 6.729 dan Rumah Tunggu Kelahiran ada di Lima kecamatan,” imbuh Fauzi.(rls)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY