Buka Bersama di Lamban Kuning, Puluhan Tokoh Masyarakat Tandatangani Petisi Pemindahan Ibukota di Lampung

0
186

Bandar Lampung (Pena Berlian Online) – Puluhan tokoh masyarakat, akademisi, tokoh adat, politik, termasuk perwakilan media masa menghadiri acara buka puasa bersama di Lamban Kuning Istana Kesultanan Kerajaan Adat Sekala Brak, Jumat (17/5/2019).

Di momen tersebut, juga diagendakan penandatanganan petisi pemindahan Ibu Kota Negara di Provinsi Lampung. Para tokoh sepakat menginginkan ibu kota negara dipindah ke Lampung dengan alasan Lampung memenuhi kriteria tempat ibu kota baru Indonesia.

Usai penandatanganan petisi, akademisi yang juga ketua Focus Group Discussion (FGD) Lampung Andi Desfiandi mengatakan, ada tiga tempat yang dinilai cocok untuk ibu kota negara termasuk Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Meskipun yang digadang gadang selama ini Kalimantan, namun Presiden Jokowi juga melihat Sumatera, terutama Lampung sangat cocok untuk ibu kota negara, atas alasan ini dukungan masyarakat Lampung harus dilakukan.

“Kalau melihat dari titik tengah Indonesia memang diakui kita kalah, namun kalau melihat dari idealnya ibu syaratnya masyarakat sekitar harus mampu menerima masyarakat pendatang dari situ kita bisa lihat Lampung sudah puluhan tahun hidup dengan berbagai etnis, agama dan ras, selain itu daerahnya harus hijau tanahnya keras, airnya juga melimpah, kita tahu bahwa Lampung tanahnya subur dan air juga melimpah khusunya di Lampung wilayah Timur,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh Perdana Menteri Kerajaan Adat Skala Brak Lampung, Irjenpol Dr Drs Ike Edwin, SIK SH MH MM. Dia menegaskan, melihat dari sejumlah aspek, 90 persen Lampung layak menjadi ibu kota negara.

“Siapa yang tidak mau daerahnya jadi ibu kota negara? Siapa? Semua mau. Provinsi yang disurvei semua berebut ingin daerahnya yang terpilih. Dan saya ingin katakan, 90 persen Lampung pantas dan siap jadi pusat pemerintahan,” cetus mantan Kapolda Lampung itu.

Dari itu, Dang Gusti, sapaannya, sejak dua tahun lalu saat turut didapuk jadi narasumber FGD DKI Lampung II di kampus Institut Teknologi Sumatera (Itera), 3 Oktober 2017, hingga kini dia terus setia berjuang bersama seirama.

“Saya sangat mendukung mereka ini, para pejuang DKI Lampung yang ingin menjadikan Lampung maju, menjadi kota dunia. Saya sangat senang, dan sambut sekali. Saya sambut orang-orang yang mau majukan Lampung dengan niatnya, dengan nawaitunya,” tegasnya. (Yahya).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY