Berawal dari Teguran Main HP, Guru MTS Dianiaya Siswa

0
324
Guru dianiaya siswanya. | IST

PONTIANAK (Pena Berlian Online)- Penganiayaan terhadap Nuzul Kurniawati, guru Madrasah Tsanawiyah Darussalam (sebelumnya ditulis SMP) di Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, berupa pemukulan menggunakan kursi dan pelemparan handphone (HP) oleh muridnya, NF.

Kepala Madrasah Darussalam, H Ahmad Bustomi membenarkan kejadian itu. Memang saat kejadian ia tak berada di tempat, lantaran ada pertemuan setiap kepala madrasah. Namun, ia tahu persis soal peristiwa penganiayaan itu.

 Berdasarkan keterangan dari guru lainnya, penganiayaan yang terjadi pada Rabu 7 Maret 2018 sekira pukul 10.00 WIB itu bermula ketika mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di kelas VIII. Saat pelajaran sedang berlangsung, NF salah satu siswa dalam kelas itu bermain HP. Guru yang mengajar lantas menegur NF agar menyimpan HP-nya, namun tidak dihiraukan NF.

“Mungkin kesal karena tidak dihargai dan juga sedih, guru itu keluar kelas dan masuk ke ruangan guru,” jelas Bustomi kepada sejumlah wartawan, Kamis (8/3/2018).

Dalam ruangan guru tersebut terdapat Nuzul Kurniawati yang juga merupakan wakil kepala sekolah di madrasah yang terletak di Jalan Tani tersebut. “Saya tidak tahu persis. Yang saya tahu Bu Nuzul langsung naik ke kelas di lantai atas,” ujar Bustomi.

Suasana dalam kelas memang sepi. Pasalnya, setelah guru yang mengajar SKI keluar kelas, murid lainnya juga ikut keluar kelas. Sementara, NF masih di kelas dan tetap bermain HP. “Setibanya di kelas, Bu Nuzul mencoba menasihati siswa tersebut sambil mengambil HP-nya. Sempat terjadi adu mulut. Mungkin karena tidak terima, murid itu ambil kursi plastik tempat duduk siswa, lalu dipukulkan ke Bu Nuzul,” cerita Ahmad.

Pukulan itu telak mengenai kepala Nuzul. Pada jilbabnya, terlihat bercak darah. Mungkin juga karena kesal, Nuzul, sambung Bustomi, membanting HP milik NF. “HP yang dibanting itu kemudian diambil (NF) dan dilempar ke Bu Nuzul,” sambungnya.

Akibat pemukulan dan mungkin syok dengan tingkah muridnya, Nuzul dilarikan ke Rumkit Kartika Husada dan kembali dirujuk ke RSUD dr Soedarso untuk menjalani scanner bagian kepala. Beruntung, tidak terjadi masalah yang berarti bekas pukulan itu.(okc)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY