Awak Media Mulai Kena Teror, GPN Minta Kapolda Lampung Mundur Dari Jabatannya

0
2820
Hermawan S.H.I.,M.H.,CM. (Foto doc).
BANDAR LAMPUNG (PBO)-Berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa sumber dan media massa cetak ataupun online terkait penembakan tiga terduga bandar narkoba yang telah ditembak mati oleh subdit II Dirnarkoba Polda Lampung, di jalan Durian desa Jatimulyo, Jati Agung Lampung Selatan, Selasa (09/05/2017) lalu, menimbulkan beberapa pendapat, kecaman, dan tanda tanya besar bagi masyarkat Lampung. apakah info dari masyarakat yang tidak benar, atau ekspose yang gelar polda Lampung itu bohong.
Menyikapi masalah tersebut, Gerakan Pemuda Nusantara (GPN) Provinsi Lampung yang diketuai oleh Hermawan turut angkat bicara atas dugaan pembohongan publik dan pelanggaran HAM yang telah dilakukan oleh pihak Polda Lampung.
Hermawan yang juga selaku ketua Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Provinsi Lampung itu menegaskan bahwa, “berdasarkan informasi yang telah dihimpun dan beredar saat ini, apabila Kapolda Lampung terbukti telah melakukan pembohongan publik dan terdapat pelanggaran HAM didalamnya, maka wajib baginya untuk di proses secara hukum,” kata Hermawan dilansir dari media konkritnews.com. Jumat (12/05/2017) malam.
“Karena sejatinya siapapun tidak ada yang bisa kebal hukum, termasuk para oknum aparat penegak hukum itu sendiri. kami akan mengawal kasus ini sampai keadilan dan kebenaran terungkap,” terangnya.
“Maka dari itu lanjutnya, pada Selasa (16/05/2017) nanti, GPN Provinsi Lampung akan turut bergabung dengan bebrapa LSM, media Massa, dan pihak terkait lainnya dalam aksi Solidaritas rakyat Lampung yang menuntut Kapolda Lampung mundur dari jabatannya dan harus diadili. Kami meminta Kapolri dan KOMNAS HAM untuk turun langsung dan menindak tegas Oknum-oknum yang diduga telah melakukan perbuatan sewenang-wenang terhadap tiga pemuda terduduga bandar narkoba yang ditembak mati tersebut,”katanya.
Wartawati Siber Lampung Disantroni Tujuh Pria Dini Hari Terkait Berita Narkoba

Terpisah, Putri, wartawati “Berita24.Id”, disantroni tujuh pria “misterius” yang mencarinya ke kantor media sibernya di Wayhalim Permai, Bandarlampung, Kamis dini hari (11/5/17). Mereka mencari Putri sehubungan berita tewas tertembaknya tiga tersangka pengedar narkoba.

Ketujuh pria masing-masing naik sepeda motor berpakaian sipil. ”Mereka mengaku sebagai aparat kepolisian,” ujarnya via WA, dilansir dari Inilampung.com.

Putri yang juga anggota Forum Wartawan Online Lampung (Fortalin) dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sudah dua tahun menekuni profesinya sebagai wartawati mengatakan hingga saat ini, dia masih merasa was-was dan tidak tenang.

Putri menguraikan, Rabu, pukul 09.15, dia mendapatkan berita relis dari Resmen Khadafi soal adanya penembakan hingga tewas tersangka bandar narkoba. Salah seorang yang tertembak adalah keponakan Khadafi, tokoh LSM Jaringan Kerakyatan Lampung.

Pukul 17.05, Putri verifikasi ke lapangan, tempat kejadian perkara (TKP). Selesai solat Isya, pukul 19.30, gadis berhijab ini menayangkan beritany ke “Berita24.Id”. Pukul OO.30, tujuh laki-laki penyatroni kantor Putri. Mereka bertemu dengan petugas server mempertanyakan sumber berita penembakan tiga tersangka narkoba.

Para petugas server mengatakan tak tahu menahu soal berita. Ketujuh pria kemudian nanya nomor telepon pimpinan redaksi dan Putri. “Perasaan Putri sampai hari ini masih was was Bang, karena kalo memang mau minta keterangan kenapa mesti tujuh orang dan tengah malam,” ujar Putri.

Dia juga mempertanyakan kenapa ketujuh laki-laki “misterius” itu hanya menyantroninya. Padahal, kata Putri, banyak media yang mempublis berita relis tersebut. “Isi beritanyapun sama,” ujarnya. Hingga kini, belum ada lagi yang menghubungi atau datang lagi ke kantornya, BTN 2, Alam Gaya, Wayhalim, Bandarlampung.

Sebelumnya, Resmen Khadafi merelis berita penembakan tersangka narkoba. Paman salah seorang korban penembkan, Rido Aures, menilai Kapolda Lampung Irjen Sudjarno telah menebarkan berita bohong terkait kronologis kematian tiga terduga bandar narkoba oleh Subdit II Dirnarkoba Polda Lampung, Jl. Cendana 1, Gang Durian, Jatimulyo, Lampung Selatan, selasa (9/5/17).

“Keterangan Kapolda itu bohong, dia harus bertanggung jawab berikut dengan oknum anggotanya yang telah menembak mati para terduga narkoba ini,”ujar kadafi berapi-api saat menunggu kepulangan jenazah keponakanya kepada Putri di RS Bhayangkara, Polda Lampung, Rabu (10/5/17).

Sebelumnya, Kapolda Lampung Irjend Sudjarno mengatakan tersangka Faisal, Ridho, serta Afrizal datang ke jasa ekspedisi Indah Cargo mengendarai mobil. Polisi yang yang sudah dua hari mengintai menyergap para tersangka yang akan menurunkan barang bukti. (Red).

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY