Achmad Pairin Dan Djohan Meminta Maaf, Atas Rencana penggusuran Institut Agama Islam

0
737
(foto istimewa)

METRO(PBO)- – Walikota Metro Achmad Pairin akhirnya meminta maaf atas pernyataannya terkait rencana penggusuran Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim dan SMP Yayasan Pendidikan Islam (YPI), Jumat (26/5/2017).

“Beberapa waktu lalu Pak Wakil Walikota (Djohan) telah menyampaikan kepada saya tentang apa yang terjadi di Metro. Yang kedua, apa yang saya sampaikan di depan saudara-saudara saya media, saya menyampaikan apa adanya. Saya minta maaf kalau kata-kata saya kurang berkenan di antara saudara-saudara sekalian. Pada kesempatan ini saya minta maaf kepada saudara sekalian,” ucap Pairin.

Pairin juga mengatakan, terkait isu penggusuran pihaknya mengaku tidak pernah mengucapkan hal tersebut.

“Yang kedua masalah yang mau digusur nggak ada cerita, satu kalimat pun kami tidak pernah berbicara digusur ya. Semua yang namanya barang pemerintah itu ada aturannya. Kami nggak mau celaka, kami nggak mau sengsara yang dampak daripada sengsara saya akan mengakibatkan dampaknya adalah ke perguruan tinggi,” katanya.

Menurut mantan Bupati Lampung Tengah ini, apa yang telah dilakukannya sudah sesuai dengan aturan.

“Maka semua kita ikuti sesuai aturan yang ada. Karena itu tanah pemerintah ya sama-sama kita bicarakan. Kami juga pemerintah nggak bisa berdiri sendiri karena kami ada jenjang yang lebih tinggi, tingkat provinsi, BPK dan lain sebagainya. Maka semua kami bicarakan, yang paling utama adalah mahasiswa tetap kuliah, itu aja. Semua sudah dibicarakan dengan pihak yayasan, jadi kalau masalah yang lain-lain silakan tanya dengan pihak yayasannya,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Metro Djohan menjamin proses belajar mengajar di yayasan tersebut akan tetap berlangsung.

“Tolong rektor kasih tahu mahasiswanya bahwa sekolah jalan terus, kegiatan belajar mengajar jalan terus, insya Allah. Masalah perpanjangan yang akan kami bicarakan nanti. Saya jamin sekarang, kalau Anda muslim saya juga muslim. Omongan sekarang yang dipegang, sudah,” tandasnya.

Sementara itu, ratusan mahasiswa kembali melakukan unjuk rasa untuk ketiga kalinya. Ini merupakan rentetan dari isu penggusuran terhadap IAI Agus Salim dan statemen Walikota Metro Achmad Pairin di media massa yang dinilai arogan.

Kali ini ratusan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IAI Agus Salim menggelar aksi demo dengan dua tuntutan.

Tentutan yang pertama para pengunjuk rasa meminta Walikota Metro memberikan kejelasan terhadap status IAI Agus Salim.

“Kami ingin meminta penjelasan, yaitu sebuah penjelasan status kampus dan mahasiswa serta sekolahan yang ada di IAI Agus Salim,” kata Asmara saat menyampaikan orasinya di depan kantor Walikota Metro.

Asmara juga meminta walikota memberikan kejelasan hitam di atas putih terhadap kasus IAI Agus Salim. “Gimana nasib kami mahasiswa lebih dari seribu dan pelajar 200 orang, bila ini tidak ada penjelasan dari pemkot sendiri. Kami minta bukti hitam di atas putih, biar kami tidak was-was dan dapat melanjutkan pendidikan kami,” ucapnya.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga meminta Pairin meminta maaf atas ucapannya yang dilontarkan ke media beberapa waktu lalu. “Kami minta dihadirkan walikota, untuk meminta maaf di hadapan awak media, mahasiswa, dan IAI Agus Salim sekarang,” pintanya (pmd)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY